Dongeng Anak Asal Mula Nama Palembang

Dongeng anak Asal mula nama palembang – Pada zaman dahulu, daerah sumatera selatan dan sebagaian provinsi jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari bukit barisan, pegunungan sekitar gunung dempo, dan danau ranau mengalir di wilayah itu, maka wilayah itu dikenal dengan nama batanghari sembilan. Sungai besar yang mengalir diwilayah itu diantaranya sungai komering, sungai lematang,sungai ogan,sungai rawas,dan beberapa sungai yang bermuara disungai musi, palembang dan sungai musi banyuasin agak disebelah utara.
Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah jambi , sumatera selatan, sampai provinsi lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil, asal mula danau danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat saat pasang, sedangkan kota palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau sungai melayu, pulau kecil itu berupa yang diberi nama bukit segutang mahameru.

Keunikan tempat itu selain hutan rimbanya yang lebat dan banyaknya danau danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang dayangnya. Dewi itu disebut putri kahyang, sebenarnya, dia bernama putri ayu sundari. Dewi dan dayang dayangnya itu mendiami hutan rimba raya, lereng, dan puncak bukit barisan serta kepulauan yang sekarang dikenal dengan malaysia. Mereka gemar datang didaerah batanghari sembilan untuk bercengkrama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai,dan panjang.
Karena banyaknya sungai yang bermuara kelaut, maka pada zaman itu para pelayar mudah masuk melalui sungai sungai itu sampai kedalam , bahkan sampai kekaki pegunungan, yang ternyata daerah itu subur dan makmur. Maka terjadilah komunikasi antara para pedagang termasuk pedagang dari cina dengan penduduk setempat, daerah itu menjadi ramai oleh perdagangan antara penduduk setempat dengan pedagang. Akibatnya, dewi dewi dari kahyangan merasa terganggu dan mencari tempat lain.

Sementara itu, orang orang banyak datang disekitar sungai musi untuk membuat rumah di sana. Karena sumatra selatan merupakan dataran rendah, yang berawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.

Saat itu bukit seguntang mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh didaerah itu, sungai melayu tempat bukit seguntang mahameru berada juga menjadi terkenal.

Oleh karena itu, orang yang telah bermukim disungai melayu, terutama penduduk kota palembang , sekarang menamakan diri sebagai penduduk sungai melayu, yang kemudian berubah menjadi penduduk melayu.

Menurut bahasa melayu tua , kata lembang berarti daratan rendah yang banyak digenangi air , kadang tenggelam kadang kering , jadi penduduk dataran tinggi yang hendak kepalembang sering mengatakan akan kelembang .

Alkisah ketika putri ayu sundari dan pengiringnya masih berada dibukit seguntang mahameru ada sebuah kapal yang mengalami kecelakan dipantai sumatera selatan, tiga orang kakak betadik itu adalah putra raja iskandar zulkarnain. Mereka selamat dari kecelakan dan terdampar dibukit seguntang mahameru.

Mereka disambut putri ayu sundari, putra tertua raja iskandar zulkarnain, sang sapurba kemudian menikah dengan putri ayu sibdari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu, karena bukit seguntang mahameru berdiam disungai melayu, maka sang sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang melay Lanjutkan membaca “Dongeng Anak Asal Mula Nama Palembang”

Putri Sindang Bulan

Putri sindang bulan –  Cerita rakyat putri sindang bulan adalah putri ketujuh dari raja mawang ia sangat cantik dan baik hati, namun dirinya tak kujung mendapat suami setiap kali ada pria yang datang melamarnya tiba tiba saja ia langsung menderita pentakit kusta dan penyakit itu hilang jika lamarnya dibatalkan.

Hal itu sudah terjadi sembilan kali sehingga kakak akakaknya menganggap ini adalah aib , dan berniat ingin membuang sang putri kehutan ki karang nio dialah yabg diutus, namun ki karang nio merasa kasihan.” aku akan menyelamatkanmu adikku.” ujar ki karang nio ia pun menghanyutkan putri dengan rajut kepulau sebrang yaitu pulau pegat.

 

Di pulau pegat ia bertemu dengan raja indrapura, sang putri menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya, raja indrapura merasa kasihan ia pun menikahi putri sindang bulan, putri mengundang kakak kakaknya kepesta pernikahnya.

Baca juga : contoh legenda buaya rakyat lampung

Mengetahui hal tersebut kakak kakaknya sangat marah, mereka merasa ki karang nio membohongi mereka, karena takut kepada raja indrapura mereka pun datang menghadiri pernikahan adiknya, putri sindang bulan sama sekali tidak dendam, bahkan ia memberikan perhiasan kepada kakak kakaknya saat hendak pulang .

 

Diperjalanan pulang kapal mereka karam seluruh tengelam, yang tersisa hanyalah perhiasan milik ki karang nio, mereka pun berniat membunuh kibkarang nio, ki karang nio yang mengetahui hal itu ia membagikan perhiasannya sama rata.

 

Kakak kakaknya pun malu atas perbutan mereka , mereka pun berniat untuk tinggal dipulau tersebut sementara ki karang nio kembali dan menjadi raja sejak saat itu danau tempat mereka pisah dinamakan teluk sarak yang berarti berpisah, ki karang nio pun hidup dikerajaan dan menikah dengan putri raja .

Tujuh Putri

Putri Tujuh – Kerajaan seri bunga tanjung diperintahkan oleh ratu sima, dia mempunyai tujuh orang putri cantik dan dikenal dengan sebutan putri tujuh, pada suatu hari ketuju putri mandi disungai tampa mereka sadari bahwa ada seseorang yang melihatnya .” siapa mereka akan aku kirim utusan untuk meminang putri yang paling cantik .” rupanya dia adalah panggeran empang kuala, putri yang tercantik adalah putri mayangsari, ia anak bungsu, yang seharusnya menikah dahulu itu adalah putri tertua .” tapi bagaimana ini ?” pinangaan pangeran empang kuala benar benar ditolak ratu sima.

” maaf panggeran ratu cik sima tak menerima pinangan panggeran . ” Apa !!!…… Panggeran siapkan pasukan kita serang kerajaan seri bunga tanjung, maka pertempuran anatara kedua kerajaan pun tak dapat terelakkan lagi pertempuran antara dua kerajaan itu berlangsung hingga berbulan bulan lamanya banyak korban tewas dari kedua pihak kerajaan .

Baca juga : Dongeng asal mula nagari minangkabau

Ratu cik sima segera menyembunyikan ketujuh putrinya disebuah gua dalam hutan suatu saat pasukan sang panggeran empang kuala beristirahat dan berlindung dibawah pohon bakau milir sungai umai, ketika hari menjelang malam tiba tiba pasukan pangeran emoang kuala tertimpa beribu ribu buah bakau yang jatuh dan menusuk sebagian pasukan itu .

 

Pangeran segera menyuruh sebagaian pasukan yang masih selamat pulang kekerajaan, ratu cik sima gembira mendengar kabar rombongan perang panggeran empang kuala yang pulang, keesokan harinya ratu cik sima segera pergi kegua tengah hutan untuk menjemput ketujuh putrinya, betapa terkejutnya ratu cik sima ketika mendapati ketujuh putrinya telah meninggal .

 

Sang ratu pun teringat bawah bekal makanan untuk ketujuh putrinya hanya cukup untuk tiga bulan, sementara peperangan terjadi hingga lebih dari tiga bulan, karena memikirkan tujuh putrinya yang meninggal, ratu cik sima jatih sakit dan tidak lama kemudian meninggal dunia, dengan cerita ini masyarakat dumai riau menyakini bahwa nama kota dumai diambil dari kata d’umai.

Dongeng Asal Mula Nama Nagari Minang Kabau

Cerita rakyat minang kabau – Pada zaman dahulu didaerah sumatra barat tersebutlah sebuah kerajaan yang bernama kerajaan pagaruyung, kerajaan yang makmur dan damai dipimpin oleh raja yang bijaksana, suatu masa kerajaan majapahit akan menahlukan kerajaan pagaruyung sang raja mendengar kabar tersebut dan mengumpulkan para penasehat kerajaan, raja yang bijaksana mendengarkan semua nasehat sampai pada salah satu penasehat kerajaan.

” paduka raja bijaksana kita sebaiknya menghindari pertumpahan darah dan mengajak mereka untuk berunding jika mereka menolak kita ajak bertanding kerbau”, raja yang bijaksana menerima nasehat tersebut.

Dengan segera sang raja memerintahkan seluruh dayang-dayang yang ada diistana untuk mengenakan pakain yang indah dan membuat makanan yang lezat.

Sampailah pada hari dimana pasukan majapahit dengan persenjataan lengkap tiba dikerajaan pagaruyung, tak berapa lama utusan raja beserta arak-arakkan dayang yang cantik jelita tiba sambil membawa makanan yang lezat .

Pasukan majapahit yang siap menyerang melihat kejadian tersebut terheran-heran.” selamat datang dikerajaan pagaruyung hamba diutus raja untuk menjamu dan menghibur seluruh pasukan majapahit”, ucap salam dari salah satu dayang.

Pasukan majapahit mulai kehilangan semangat untuk berperang setelah menyantap makanan lezat yang dihidangkan sambil ditemani oleh dayang-dayang, setelah itu para panglima perang diajak untuk menghadap raja pagaruyung.

” Selamat datang tuan-tuan dikerajaan pagaruyung .” Sambut sang raja dengan ramah .” Ada apa gerangan yang membawa tuan kemari ?.” kami diutus oleh raja majapahit untuk menahlukan kerajaan pagaruyung .” ucap panglima perang majapahit.”

“Sang raja memberikan penjelasan kepada panglima perang majapahit untuk menghindari pertumpahan darah diantara kedua belah pihak bagaimana kalau peperangan diganti dengan adu kerbau.”

“Panglima perang Majapahit terdiam sejenak, dikarenakan semangat berperang sudah hilang maka panglima perang majapahit pun setuju .” baiklah paduka .” jawab panglima perang majapahit.

Panglima perang majapahit memilih seekor kerbau yang paling kuat dan besar sedangkan raja pagaruyung memilih seekor anak kerbau yang masih menyusu, Sehari sebelum Pertandingan tiba anak kerbau tersebut tidak diberimakan dan pada moncongnya dipasang pisau yang tajam.

Keesokan harinya pertandingan adu kerbaupun tiba kedua belah pihak memberikan semangat pada kerbau aduan mereka, kedua kerbau tersebut dilepas kerbau milik kerajaan majapahit terlihat beringas dan liar, sedangkan anak kerbau milik raja pagaruyung dikarenakn tidak diberi makan sebelumnya segera memburu hendak menyusu pada kerbau besar itu karna mengira induknya.

Perut kerbau majapahit pun terluka karna terkena tusukan pisau tajam yang dipasang dimoncong anak kerbau tersebut, kerbau besar milik kerajaan majapahit akhirnya roboh dan terkapar ditanah penonton pun bersorak-sorak gembira, akhirnya pasukan majapahitpun dinyatakan kalah merekapun kembali kekerajaan majapahit berita kemenangan kerajaan pagaruyung yang mengalahkan Majapahit dalam adu kerbau menyebar.

Masayarakat menyebutnya minang kabau yang berarti menang kerbau sejak itulah tempat adu kerbau tersebut dinamakan nagari minang kabau yaitu desa yang bernama minang kabau untuk mengenang kejadian tersebut penduduk membuat sebuah rumah yang atapnya menyerupai bentuk tanduk kerbau.

Contoh Legenda Buaya Rakyat Lampung

Contoh legenda terkenal berasal dari berbagai wilayah Indonesia yang diceritakan turun temurun. Dalam contoh legenda ini penulis ambil dari cerita rakyat asal lampung tentang buaya.
Silahkan di baca dengan seksama.

Contoh legenda – pada zaman dahulu didaerah lampung,  ada sebuah kisah yang sangat menarik tentang sungai tulang bawang.  Sungai iru terkenal angker,  banyak orang hilang jika mereka berlayar melewati sungai itu. Mengapa banyak orang hilang ? Ternyata diaungai itu ada seekor buaya ganas,  Buaya itu adalah penghuni sungai tulang bawang sudah banyak memakan korban.

Penduduk yang hidup disekitar sungai tulang bawang harus berhati-hati,  jika berpergian mereka siap dengan senjata tajam dikisahkan,  pada suatu hari penduduk sekitar kehilangan seorang anak gadis yang bernama aminah,  seluruh penduduk dikampung ini segera melakukan pencarian,  akan tetapi,  meskipun seluruh penduduk kampung tulang bawang sudah mencari hampir kesetiap tempat,  tak ada satu petunjuk tentang adanya aminah,  gadis itu hilang lenyap begitu saja.

Sementara itu, pada saat bersamaan, di dalam sebuah gua besar yang jauh dari permukiman penduduk,  terbaringlah tubuh seorang gadis yang lemah tak berdaya,  ternyata gadis itu adalah aminah yang baru tersadar dari pingsannya.

Alangkah terkejutnya ia menemukan dirinya ada didalam gua. Setelah bangkit ia berusaha berdiri dan berkeliling .

Keterkejutannya semakin bertambah,  karena gua itu dipenuhi harta benda yang tak ternilai harganya,  ada permata,  emas, intan dan pakaian yang indah-indah. Seluruh benda itu mengeluarkan cahaya yang berkilauan, kemudian,  terdengar sebuah suara dari sudut gua,  tampaklah seekor buaya yang sangat besar dan mengerikan.

Jangan takut!  Memang aku buaya,  tapi asalku manusia seperti mu juga,  aku dikutuk karena perbuatanku yang tercela.

Aku dipanggil somad,  pekerjaanku merampok disungai tulang bawang harta benda yang ku rampok tersimpan dalam gua ini,  selain itu didalam gua ini terdapat terowongan rahsia yang menembus langsung kedesamu. Tak ada yang mengetahui terowongan itu.

Dalam keadaan terkejut dan ketakutan,  aminah berusaha menyimak seluruh perkataan si buaya,  tanpa disadarinya ia telah mendengar sebuah rahasia yang memberinya jalan keluar.

Walaupun si buaya bersikap baik padanya dan selalu memberinya hadiah perhiasan ia tetap tidak Kerasan, ia ingin kembali kedesanya ia berharap dapat meninggalkan si buaya yang kesepian itu sendiri dalam gua dan segera kembali kekampung halaman.

Aminah mulai teringat kejadian mengapa Ia berada digua bersama buaya itu,  kemarin ia berada ditepi sungai, baru saja membuang sampah tiba-tiba sesuatu yabg kuat dan besar menyanbatmr dirinya,  ia seperti tengelam kedasar subgau,  ia tak sadarkan diri,  tahu-tahu berada didalam goa bersama buaya perampok.
Kini aminah pura-pura menuruti kemauan si buaya.

Tapi diam-diam  iya menunggu kesempatan yang baik untuk meloloskan diri.  Pada suatu ketika buaya perampok tertidur dan membiarkan pintu goanya terbuka,  aminah segera mwnggunakan kesempatan itu untuk keluar melalui terowongan sempit itu,  ketika menyusuri cukup lama,  tiba-tiba ia melihat sinar matahri,  betapa gembira nya ia dapat keluar dari goa itu,  aminah, si gadis rupawan Itu bisa kembali kedesanya dengan selamat.

Ia hidup tentram bersama keluarganya. Harta berlimpah tidak menjamin hidup bahagia,  buaya itu kaya raya tapi ia kesepian dan menderita akibat perbuatannya sendiri.

Legenda Malin Kundang Anak Durhaka

Legenda malin kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari sumatra barat , cerita ini seputar seorang anak miskin yang hidup bersama ibu nya hingga suatu hari ia pergi merantau dan sukses. Kesuksesan nya ini la pada akhir nya membuat nya lupa dan durhaka pada ibu nya.

Legenda malin kundang – Dahulu kala di padang sumatra barat tepatnya diperkampungan pantai air manis ada seorang wanita bernama Mande Rubayah .

   Sebelumnya mande Rubahya hidup bersama suaminya dipedalaman. Tetapi hidup mereka disana kurang beruntung. Agar dapat merubah nasibnya kemudian mereka pindah keperkampungan nelayan ditepi pantai.
   Di tempat itu suami Mande Rubayah merubah mata pencahrian, dari tuakang perambah hasil hutan sekarang menjadi nelayan ikan.  Mereka bersyukur karena rejeki datang dengan lancar, hidup mereka tidak lagi sesulit ketika berada dipedalaman.
   Beberapa tahun tinggal diperkampungan nelayan, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama malin kundang. Malin Kundang sangat disayang oleh orang tuanya.
   Kira-kira ketika Malin kundang berumur sepuluh tahun, ia sering diajak ayahnya kelaut untuk diajari untuk menjadi nelayan yang ulung.  Harapan sang ayah nantinya malin kundang bisa menjadi pemuda yang tanguh, trampil sebagai nelayan sejati sehingga mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.
   Meskipun masih anak-anak, sudah nampak pada diri malin kundang wataknya yang berkemauan keras, otaknya cerdas dan pandai bergaul sehingga disukai oleh teman-temannya.
   Pada suatu hari sang aya pamit berangkat melaut. “malin kundang! Ayah berangkat, hati-hati di rumah bersama ibu, jangan nakal ya! ” kata sang ayah.
   “ya Ayah,  malin akan baik-baik saja bersama ibu”. Jawab sang anak.
   “istriku…. Aku berangkat. Jaga malin baik-baik! “
  “jangan kuatir suamiku, aku akan menjaga anak kita satu-satunya ini dengan jiwa ragaku.  Berangkatlah suamiku. Do’a kami berdua menyertaimu. “kata Mande Rubayah.
   Tidak seperti biasanya, ada persaan haru dihati Mande Rubayah. Kepergian suaminya kali ini dirasa sangat berat. Tak tahu kenapa ia punya persaan seperti ini.
   Sang suami berangkat dengan hati lapang,  Malin kundang masih sempat melambaikan tangannya ketika sang ayah melangkahkan kaki menuju perahu.
   Pada suatu hari kampung nelayan dilanda wabah penyakit yang mematikan. Sudah banyak orang  menjadi korban. Malin kundang termaksuk salah satu orang yang terserang pentakit itu.
   Mande Rubayah makin gelisah karna sudah beberapa hari ini suaminya belum kembali kerumah. Sementara penyakit anaknya malin semakin hari semakin bertambah parah.
   “apa yang terjadi dengan suamiku, kenapa sepekan tidak pulang, apakah ia mendapat musibah ditengah lautan? ” demikian tanya Mande Rubayah didalam hati.  Tak terasa air matanya berlinang.
   Dengan sebisa-bisanya iya mengobati malin,  ia datangkan tabib terkenal untuk mengobati anaknya. Atas kesungguhan usahanya dan ketulusan do’anya. Keadaan malin kundang beransur-ansur membaik,  dan tak lama kemudian anak itu sembuh dari penyakitnya.  
 
      “Alhamdullilah …… Anakku sembuh juga akhirnya, demikian desah Mande Rubayah rasa bersyukur kepada tuhan, nyawa malin yang hampir melayang itu dapat diselamatkan berkat usaha keras ibunya. Setelah sembuh dari pentakitnya ia semakin disayang.
   Demikianlah perjuangan mande rubayah memelihara dan membesarkan anaknya dengan limpahan kasih. Sebaliknya malin juga amat sayang kepada ibunya.
   Karena tak ketahuan berita suaminya lagi,  maka mande rubayah membanting tulang dengan berjualan kue. Setiap hari ia menjajakan kue ke kampung-kampung. Hasilnya lumayan juga,  cukup untuk dimakan ia dan anaknya.
   Tak terasa hari berganti tahun berlalu, sekarang malin kundang sudah tumbuh menjadi remaja. Hasil didikan ayahnya masih membekas dan mengakar dalam dirinya, ia sudah sering menggarungi laut bersama nelayan lainnya.
   Ia seorang pemuda yang cerdas dan tangguh.  Hasil tangkapan ikan nya jauh melebihi teman temannya yang lain.
   Tetapi ia tidak puas dengan keadaannya. Seringkali ia duduk ditepi panrai sambil merenung,  “kalau aku tetap disini nasibku akan tetap begini. “demikianlah fikir malin kundang. ” aku tak ingin nasibku tetap seperti ini, emakku sudah tua. Sebagai seorang anak aku belum pernah berbuat sesuatu untuk menyenangkan hatinya.
   Aku akan merantau, semogga nasibku baik,  jika aku sudah jadi orang kaya maka emakku akan kuajak dan kubangunkan rumah yang bagus dan indah. “
   Tidak hanya ditepi pantai, dirumah pun ia juga sering kelihatan melamun sehingga ibunya pun menegurnya.
   ” apa yang kau lamunkan anakku?  “tegur mande rubayah.
   “oh,  emak…  Tidak mak, tidak apa-apa.” sahut malin.
   “apakah Karena  kau sudah akil balig maka aku harus mencarikan anak gadis sebagai pendamping hidupmu? “
   “ah emak….  Aku belum pernah memikirkan hal itu.
    ” lalu apa yang kau sembunyikan dariku, nak? Coba kau utarankan pada ku. “
   Malin kundang terdiam, di satu pihak ia merasa kasihan pada ibunya yang sudah tua, haruskah ia  tinggalkan ibunya Seorang diri, di sisi lain ia harus pergi dari kampung halaman untuk merubah nasibnya.
   Dengan berat hati akhirnya ia berkata juga, “Emak…. Ijinkan aku pergi merantau,  mengadu nasib untuk mencari rejeki!. “
   “tetapi anakku…. Bukankah kita tak perna kesulitan di sini.  Aku masih sanggup untuk berjualan kue.
   “benar mak…. Kalau sekedar untuk makan memang sudah cukup. Tapi apakah emak sudah puas dengan keadaan hidup seperti ini? “
   “jadi apa yang kau inginkan malin? “
   “emak, aku selalu bermimpi tentang rumah yang bagus.pakaian yang indah dan mahal untuk emak. Nasib kita tidak terus seperti ini. Emak tidak usah bekerja menjual kue. Kalau aku berhasil Akan kusediakan beberapa pelayan yang akan memenuhi kebutuhan emak.
   Mande Rubayah terharu mendengar perkataan anaknya,  tanpa terasa air matanya jatuh menetes dipipiNya.
  Dan pada akhirnya ibu malin pun tidak keberatan, sewaktu waktu kau Boleh Pergi..
   Setelah megadakan persiapan seperlunya, malin kundang Berangkat meninggalkan kampung halaman pantai air manis, sang ibu melepasnya dengan cucuran air mata dan iringan doa.  Dengan berat hati akhirnya mande rubayah mengijinkan anaknya pergi..
   Didermaga pelabuhan nampak sebuah kapal besar yang hendak berlayar menuju negeri sebrang,  malin mendekati kapal itu, ia bertemu nahkoda kapal..
   “saya bermaksud mencari pekerjaan dikapal,tolonglah tuan, pekerjaan apapun yang tuan berikan saya laksanakan.
   “Betul kau mau bekerja apa saja dikapal ini? “
   “Betul tuan”
Mulai saat itu malin bekerja sebagai awak kapal dagang mula-mula ia bekerja tukang pembersih geladak kapal.  Karena rajin dan cerdas ia disayang oleh nahkoda, tak jarang jikq waktu luang ia membantu keperluan peribadi Sang nahkoda,  lama kelamaan sang nahkoda yang tak punya anak itu menganggap malin sebagai anaknya sendiri,  malin diajari tata cara mengemudi kapal, ketika sang nahkoda berusia lanjut,  malin diangkat sebagai pengantinya.
      Malin sangat pandai dan berbakat dalam pedagang dalam beberapa tahun saja malin ia sudah mempunyai Kapal sendiri, ia berniaga keberbagai negeri,  sekian tahun ia sudah berhasil menjadi saudagar muda yang terkenal.
   Kemudian maling kudang menikah dengan seorang gadis cantik,  putri saudagar kaya raya,kehidupan malin semakin mapan dan bahagia,  sementara itu hari -hari berlalu bagi mande rubayah,  setiap pagi dan sore mande rubayah memandang kelaut, ia bertanya tanya dalam sampai dimanakah anaknya kini? ..
   Pada suatu hari mande rubayah mendapat kabar dari teman yang merantau kemalaka, bahwa malin sekarang sudah menikah dengan seorang gadis cantik putri seorang bangsawan kaya raya, ia turut gembira mendengar kabar itu,  ia selalu berdoa agar malin anaknya segera Kembali menjenguknya.
Namun Hingga berbulan-bulan Semenjak menerima kabar itu malin belum juga datang meneNgoknya , namun dia yakin Pada suatu saat malin pasti akan kembali. Harapan nya terkabul pada suatu hari yang cerah darkejauhan tampak sebuah kapal yang indah berlayar menuju pantai, ketika kapal itu mulai marapat tampak sepasang muda mudi  berdiri dianjungan, pakaian mereka berkilau terkena sinar matahari.
   Mande rubayah yang sudah tua renta terbaring sakit dirumahnya. Burhan dan istrinya teman malin semenjak kecil segera mendatangi Mande rubayah,  mereka memapah mande rubayah yang berjalan tertatih-tatih menuju tepi pantai dengan susah payah mande rubayah ikut berdesakan melihat dan mendekati kapal,  jantungnya berdebar keras, dia sangat yakin sekali bahwa lelaki muda itu adalah anak kesayangnya  si malin kundang.
  Belum lagi tetua desa sempat menyambut,  ibu malin terlebih dahulu menghampiri malin, ia langsung memeluk malin erat-erat, seolah takut kehilangan anaknya lagi.
 Malin terpana karena dipeluk wanita tua renta yang berpakaian compang-camping itu,  ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya,seingat malin, ibunya adalah seorang wanita bwrbadan tegar yang kuat mengendongnya kemana saja,  sebelum dia berfikir dengan tenang,  istrinya yang cantik itu meludah sambil berkata, ” Cuiihh wanita buruk ini ibu mu?  Mengapa kau membohogi aku? Lalu dia meludah lagi.  ” bukan kah dulu kau bilang ibumu adalah seoarang bangsawan sederajat dengan kami? ” mendengar kata-kata Istrinta,  malin Kundang mendorong wanita itu hingga terguling kepasir.  Mande rubayah tidak percaya pada perlakuan anak nya, iya jatuh terduduk Sambil berkata malin.. Malin aku ini ibu mu nak!..
  Malin kundang tidak menghiraukan perkataan ibunya, fikiran kacau karna ucapan istrinya, seandainya wanita itu ibu nya, dia tidak akan mengakuinya, ia malu kepada istrinya, melihat wanita itu beringsut hendak memeluk kaki nya malin pun menendangnya sambil berkata hai perempuan tua ibu ku tidak seperti kau melarat dan dekil..
 Wanita tua itu terkapar dipasir. Burhan dan istrinya hampir tak percaya dengan kejadian itu. Mande rubayah yang barusan terkapar dengan susah ia dibantu oleh istri Burhan segera bangkit,  malin benarkah kau sudah lupa pada aku ibumu mande rubayah aku ibu kandung mu malin!…
 “Hai perempuan tua dan miskin, aku saudagar kaya bukan anakmu. Enyahlah kau dari hadapanku.”  Perempuan itu akhirnya hanya bisa menangis “ya allah malin kudang malu mengakui aku sebagai ibunya, tiba tiba malin kundang menunjuk kebendahara kapal,  hai bendahara kapal,  berilah wanita tua ini uang agar tidak mengangguku.
 Mande rubayah menyahut ,” Tidak! aku tidak butuh uang!”
Mande rubayah terhenyak,  benar benar hancur hatinya dengan lemas berkata lembut. ” baiklah anak muda, mungkin mataku ini sudah rabun salah mengenali orang,  untuk itu aku minta maaf kepadamu aku telah mengganggu mu. Nah, begitulah kau seharusnya tahu diri sejak tadi !  Sahut malin kundang.
 Tiba-tiba mande rubayah mampu berdiri tegak,  entah kekuatan apa yang menyertainya, sepasang matanya berkilat-kilat ketika suaranya terdengar lantang.
 “tetapi anak muda…!  Jika kau adalah anak ku yang ku beri nama malin Kundang yang kukandung sembilan bulan sepuluh hari,  Dan kubesarkan dengan cucuran air susuku,  maka terkutuklah engkau..!!
  Semua orang kaget mendengar ucapan wanita renta ini,  wanita tua ini kemudian bersimpuh diatas tanah, dengan bersungguh-sungguh ia berdo’a, ” ya allah ya tuhan ku,  engkau lebih tau hukuman apa yang harus kau berikan kepada anak durhaka ini!  Yang telah mencaci maki ibunya sendiri! Menghina ibu kandung dihadapan istrinya dan orang banyak! Ya Allah tunjukanlah kebesaran-Mu..
Malin kundang dan iatrinya,  beserta seluruh awak kapal Dan penduduk yang berkerumunan merinding mendengar Ucapan Mande rubayah.
 ” Burhan mari kita tinggalkan tempat ini “, kata mande rubayah wanita itu segera dipapah kerumahnya. Rombongan malin kundang juga segera kembali kekapal berlayar ketengah laut. Meninggalkan bekas kekecewaan seorang ibu tua yang tersia-sia.
  Didalam kapal Pesiar mewah , malin kundang nampak gelisah, ia ngeri membayangkan kutukan ibunya, terbesit sesal didalam hatinya. “mengapa aku tega berbuat demikian padahal dia adalah ibu kandungku sendiri.
Tiba-tiba cuaca yang tadinya cerah berubah total menjadi kelam menjadi gelap, tak berapa lama hujan turun disertai badai. Langit semakin kelam Angin bertiup kencang,  halilintar menyambar membelah langit malin kundang berusaha keluar dari bilik menuju geladak untuk mengendalikan kapal yang susah tak karuan arah,  tiba-tiba nampak bayangan ibu nya yang tua renta. 
Terbanyang pula saat iya mendorong ibunya hingga rebah ketanah. “emakkkkkk…  Tak sadar ia berteriak memanggil ibunya , tiba-tiba ombak setinggi bukit menghempas menerjang lambung kapal malin kundang,  kapal jadi terguncang hebat, tubuh isrti malin terlempar kelaut yang sedang mengganas,  malin hanya bisa memandangi Tubuh istrinya yang jatuh kelaut,  jangankan menolong istrinya,  menyelamatkan diri sendiri saja ia tak mampu,  satu persatu awak kapal juga terlempar kelaut,  malin makin panik dan ketakutan,  “Emakkk ampuni akuuu cabutlah kutukan mu, tak terhindarkan lagi,diteluk air manis,  kapal malin kundang terhempas dan kandas.  
Malin kundang pun tewas, ketika matahari pagi memancarkan sinarnya,  badai telah reda, dikaki bukit terlihat kepingan kapal menjadi batu itulah kapal maling kundang,  tak jauh dari tempat itu nampak sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia konon itu tubuh malin kundang anak durhaka  yang dikutuk ibunya,  disela sela batu itu ada berenang-renang ikan teri, ikan belanak dan ikan tengiri , konon ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari malin kundang.

Dongeng Legenda Raja Yang Culas

Dongeng Legenda Raja yang culas adalah salah satu dari kumpulan cerita dongeng nusantara yang bisa figunakan untuk bacaan anak tentang cerita rakyat terbaik.

Dongeng Legenda – Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang disebut kerajaan Tiangkerarasen. Negeri itu aman dan tentram karena sang raja memerintah dengan bijaksana. Beliau mempunyai beberapa orang putera dan puteri dari seoarng permaisuri yang cantikjelita.

Namun ketentraman dan kebahagian keluarga itu tak berlangsung lama.  Pada suatu hari, raja berjalan jalan-jalan dengan menunggang kuda kesayangannya,  ditengah perjalnan ia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita.  Setelah berkenalan, raja mengajak gadis itu pulang keistana. Gadis itu selain cantik mempunyai perangai yang lembut dan tutur kata yang halus. Raja jatuh cinta dan menikahi gadis tersebut.  Tindakan raja ini ditantang oleh permaisuri dan putra putrinya.  Namun raja terlalu mencintai gadis itu.

Setelah beberapa bulan,  gadis yang telah menjadi istri muda raja pun hamil, permaisuri dan putra putrinya makin marah,  mereka betul betul menunjukan sikap benci kepada raja,  putra putrinya sudah berani melawan. Keadaan ini sangat menekan sang raja, lalu terpikir oleh sang raja untuk menyingkirkan istri mudanya.

Pada suatu hari raja mengajak istri mudanya berjalan-jalan dihutan.  Keduanya menyusuri sebuah sungai yang besar dengan sebauh perahu. Ketika sang istri sedang asyik menikmati pemandangan, tiba-tiba sang raja mendorongnya kesungai.  Istrinya sangat terkejut, lalu berteriak-teriak minta tolong, sebenarnya hati sang raja sangat iba, tetapi apa boleh buat ia ingin mengakhiri hubungannya yang tegang dengan permaisuri dan putra putrinya.

Sementara itu dihilir sungai seorang pengail melihat perempuan hanyut, ia segera menyelamatkan perempuan itu yang tak lain adalah istri muda raja Tiangkerarasen.

Bulan berganti bulan tahun berganti tahun. Putra raja yang lahir dari istri muda telah berangkat remaja, ibunya memberi nama Aji Bonar. Pemuda itu mempunyau kegemaran bermain gasing dan mengail. Suatu hari ia ingin pergi ke negeri Tiangkerarasen. Sebab,  ia ia mendengar kabar bahwa putra raja tiang krarasen suka bermain gasing dengan taruhan. Suatu hari ia bisa bermain gasing dengan putra raja Gasing aji Bonar menang,  lalu ia membawa ayam jago taruhan kerumah,  kemenangan gasing Aji Bonar ini membuat putra raja makin penasaran,  lalu ia bertaruh yang lebih besar lagi.

Begitulah taruhan itu terjadi berulang-ulang. Dari taruhan yang kecil-kecil sampai taruhan rumah yang besar lengkap dengan isinya.  Pertarungan ini pun dimenangkan oleh Aji Bonar.kekalahan putera raja yang terus menerus ini tidak Membuatnya jera.  Justru ia makin penasaran dan bertekad harus dapat mengalahkan gading aji Bonar.

Suatu hari putra raja mengumpulkan seluruh rakyat negeri Tiangkerarasen digelanggang permainan gasing.  Tidak lupa ia mengundang sang raja, ayahnya. Setelah semua berkumpul, putra raja berse:

Hai rakyatku, hari ini aku mempertaruhkan negeri ini beserta isinya kepada si Aji Bonar.  Jika ia kalah, ia akan mengembalikan seluruh kemenang yang diperoleh dari ku. Jika aku kalah maka negeri iki akan aku berikan kepadanya.  Ai akan memerintah selUruh Negri ini. Apakah kalian setuju ?”…

“setujuuuuuuu!! “, jawab hadir serentak tak lama kemudian pertandingan dimulai. Seluruh hadiri bersorak sorai menjagoi pilihan masing-masing. Gasing Aji Bonar berputar-putar  cepat sekali dan dengan cepat mematikan gasing putra raja,  sorak sorai gemuruh menyembut kemenangan Aji Bonar.hari itu juga aji Bonar menjadi raja negeri itu.

Beberapa hari kemudian ia menjemput ibunya dengan pasukan kerajaan, seluruh masyarat menyaksikan iring-iringan itu.  Juga putra raja yang kalah bertaruh.  Disampingnya berdiri sang raja semula.  Sang raja merasa sangat malu, sebab putra yang disayanginya telah mengadaikannya. Sedangkan putra yang dibuang telah menjadi rajanya. Kedua orang itu mebyaksikan raja Aji Bonar dengan rasa malu yang tak terhingga.

Cerita Legenda Singkat Si tanduk panjang

Baca cerita legenda singkat berjudul si tanduk panjang yang berasa dari daerah Sumatera Utara . Kumpulan cerita rakyat ,cerita legenda singkat terlengkap disini.

Cerita legenda singkat – Dahulu kala disebuah desa tinggalah sebuah keluarga miskin. Keluarga itu terdiri dari seorang ayah,  ibu dan seorang anak perempuan.
Ayah dan ibu tersebut sangat sayang Kepada anaknya. Namun mereka masih merasa kecewa karena belum dikaruniai seorang anak laki-laki.

Setiap hari berdo’a kepada tuhan agar dikaruniai anak laki-laki sebagai penyambung ketrunuannya.  Belum berganti tahun berlalu, tiada jamu mereka berdo’a, Akhirnya si istri hamil,  keluarga itupun merasa gembira, terlebih diketahui si bayi ternyata laki-laki. Namun kegembiraan mereka mendadak lenyap setelah mengetahui ternyata dikepala bayi laki-laki itu ada tanduknya. Meraka merasa malu dan takut dihina maupun diejek oleh orang-orang sedesa.

Pada malam hari bayi laki-laki itu masukan kedalam peti, ia dibekali dengan sebutir telur ayam dan secangkir beras, lalu peti itu dihanyutkan kesungai.

Kakak perempuan sibayi itu mengetahui terdengar adiknya menangis karena lapar, maka si kakak perempuan itu menghiburnya dengan berkata “adikku sayang si tanduk Panjang, janganlah engkau menangis. Jika engkau lapar makanlah sebutir beras agar engkau kenyang ! ” Tak berapa lama kemudian tangis afiknya berhenti.

Beberapa hari kemudian si kakak perempuan mendengar ciap anak ayam dari peti yang dihanyutkan ditengah sungai itu. Ia tak dapat mendekati peti itu, tapi ia dapat menduga pastilah telur yang dibekalkan kepada adiknya telah menetas.

Bila mendengar adiknya menangis ia terus menghiburnya dengan ucapan penuh kasih sayang. Berbulan bulan peti itu hanyut, dengan  susah payah dan setia si kakak terus mengikutinya. Pada suatu hari peti itu terbawa arus sungai hingga ketepian, si kakak dengan wajah gembira berusaha meraihnya.

Peti dapat di raihnya,ketika peti itu dibuka melompatlah seorang anak laki-laki yang gagah dan tampan tidak terlihat tanduk dikepalanya,  dibelakangnya seekor ayam jantan yang bagus sekali menemaninya. Betapa gembira si kakak perempuan melihat kenyataan itu. Ia bersyukur kepada tuhan yang telah menyelamatkan adik yang sangat dikasihinya itu.

Selanjutnya kakak beradik itu segera berjalan menuju desa terdekat. Di depan pintu gerbang desa mereka ditegur oleh penduduk.  Kepala desa segera memberitahu Bahwa untuk dapat masuk kedesa mereka harus mengadu ayamnya dengan ayam penduduk desa itu.
Jika mereka menang mereka akan mendapat harta kekayaan, jika mereka kalah maka mereka akan dijadikan budak didesa itu.jika mereka tidak berani menerima tantangan, maka mereka dipersilahkan pergi meninggalkan desa itu.

Kakak beradik itu menyanggupi tantangan kepala desa,  pada hari yang tentukan ayam mereka diadu dengan di saksikan seluruh masyarakat Desa.  Ternyata ayam si tanduk panjanglah yang menang.maka mereka dipersilahkan masuk desa,  dijamu dengan makanan-makanan lezat dan diberi harta kekayaan. Sesudah itu kedua kakak beradik itu minta diri meninggalkan desa.

Untuk memasuki desa yang lain ternyata mereka dikenai syarat serupa. Mereka harus menyabung ayam. Untung ayam kakak beradik itu selalu menang sehingga harta benda mereka semakin melimpah ruah.  Kini untuk mengangkut harta bendanya mereka harus membawa beberapa orang pengikut.

Akhirnya tibalah kedua kakak beradik itu didesa kelahiranya. Para penduduk desa itu menanyakan asal usulnya,  mereka menceritakan kisah mereka yang sebenarnya.  Mendengar cerita itu tahulah penduduk setempat siapa sebenarnya kakak beradik itu.

Kabar segera tersebar kepekosokdesa bahwa si tanduk panjang dak kakaknya telah kembali.  Kedua orang tuanya yang miskin merasa gembira, mereka segera menyongsonh kedatangan kedua anaknya. Tetapi kakak beradik itu menolak.
“kami tidak mempunyai orang tua lagi,  karena sewaktu kami membutuhkan kasih sayang serta perlindunga orang tua,  justru kami dibuang.

Batapa kecewa kedua orang  tua miskin itu,  mereka baru menyadari kesalahanya, mereka sangat menyesal sehingga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.
Tetapi hanya dongeng, tentang kebenarn cerita ini tak ada yang tahu hikmah ialah: kita tidak boleh menyia nyiakan anak kandung kita sekalipun ia buruk rupa. Kita tidak dapat meramalkan nasib seseorang. Kini nasibnya buruk mungkin kelak nasib itu menjadi baik.

Legenda Penyumpit dan Putri Malam

Cerita legenda penyumpit dan putri malam merupakan cerita rakyat yang berasal dari daerah Bangka Belitung, Berkisah tentang seorang yang selalu menzolimi orang lain , dan seorang yang selalu di zolimi .

Legenda penyumpit dan putri malam –  Dahulu kala ada seorang pemuda hidup sebatang kara, nama nya penyumpit. Ia tinggal di sebuah rumah kecil nan sederhana peninggalan orang tua nya.

Ketika masih hidup , ayah penyumpit sering berhutang kepada seorang kepala desa , pak raje namanya. Pak raje adalah orang yang sangat kaya namun jahat dan licik.

Utang ayah penyumpit tidak pernah bisa lunas karena pak raje selalu melipat gandakan hutang nya. Walaupun kedua orang tua penyumpit telah tiada, pak raje menganggap hutang itu belum lunas sehingga mewajibkan si penyumpit untuk melunasi nya.

Karena tidak mampu membayar, penyumpit di wajibkan untuk menjaga sawah pak raje siang dan malam sebagai gantinya.
‘Hai penyumpit, hati hati menjaga swah ku , jika sampai sawah ku rusak , aku akan mendendamu, kamu harus membayar semua kerusakan nya”.

Padahal pak raje tahu, bahwa kemungkinan besar sawahnya bisa rusak dimsuki babi babi hutan.

Jika tugas nya telah selesai pak raje memberi nya tugas tugas baru. Sekarang tugas penyumpit cukup berat. Jika siang ia harus menuai padi, sedangkan malam hari nya dia harus menjaga swah sawah itu dari serbuan babi hutan.

Tujuh hari sudah penyumpit dapat menyelesaikan tugas nya dengan baik, pada hari kedelapan saat sedang duduk di dangau sembari mengawasi swah pak raje,

Legenda Asal Mula Negeri lempur


Cerita legenda asal mula negeri lempur ini merupakan cerita rakyat yang berasal dari daerah jambi, cerita fokus kepada seorang anak durhaka yang di azab tuhan.
Banyak pembelajaran yang bisa dipetik dari legenda ini,sehingga sangat bagus untuk dijadikan bacaan pengantar tidur buah hati.

Cerita legenda asal mula negeri lempur – Dikisahkan pada jaman dahulu di sebuah hutan belantara, berdiri kerajaan pamuncak tiga kaum .
kerajaan ini diperintah oleh 3 bersaudara yaitu Pamuncak rencong talang,pamuncak tanjung seri dan pamuncak koto tapus.

Pada suatu ketika, hasil panen rakyat di wilayah kekuasaan pamuncak rencong sungguh melimpah . Maka dari itu ia berniat mengadakan pesta panen dengan mengundang kerabat dan keluarga nya .

Karena tidak bisa hadir, maka pamuncak tanjung seri mengutus istri dan kedua anak nya.

Singkat cerita…
Mereka telah tiba di negeri pamuncak rencong talang, hari kenduri dan pesta panen pun tiba. Telah dirundingkan bahwa pesta akan diadakan selama 3 hari 3 malam.

Pada malam ketiga itu datang lah anak dara dari pamuncak tanjung seri yang menjadi incaran para pemuda.
Dikisahkan bahwa pesta berlangsung sangat meriah, hingga tak terasa ayam jantan berkokok berkali kali pertanda pagi akan segera tiba.

Hari telah benar benar larut menjelang subuh, si ibu gadis itu mengajak untuk segera pulang. Namun gadis itu tidak mengacuhkan panggilan ibu nya.
Ada seorang pemuda tampan bertanya pada nya ” siapa wanita tua yang memanggil nya itu ?’

Mendengar pertanyaan itu maka gadis itu menjawab ; ” oo… wanita itu pembantuku …”
Sakit hati si ibu mendengar kata kata anak nya itu.

Keesokan hari nya mereka pulang, dikisahkan ketika rombongan itu tiba di daerah antara pulau sangkar dan lolo yang berawa dan berlumpur . Maka berdoalah si ibu tadi agar anak nya yang durhaka tersebut tertelan lumpur.

Rupanya doa itu dikabulkan tuhan,si dara terjerat kaki nya oleh rawa yang berlumpur itu, sehingga ia terbenam makin kedalam.
Ia menangis meminta tolong pada si ibu dan pengawal nya. Namun si ibu tiada mengacuhkan.

” Aku bukan ibu mu, aku hanyalah pembantumu ”

Si gadis terus saja meraung sambil berkata ” tolongg… tolong ibu … aku tidak akan durhaka lagi dengan mu . maafkan lah aku ibu….

Ibu nya tak mau mendengarkan lolongan anak nya itu, maka ia mengambil gelang dan selendang jambi yang dipakai oleh si dara .
Setelah di ambil kedua barang tadi maka tenggelam lah si gadis hingga tewas.

Setelah kejadian tersebut, daerah itu dikenal oleh penduduk nya sebagai Lempur , berasal dari kata lumpur.
Sementar itu, gelang dibuang ke daerah tebat , sehingga tebat tersebut disebut tebat gelang. Kemudian kain panjang jambi di buang ke tebat lain nya sehingga tebat itu diberi nama tebat jambi.