Cerita Asal Mula Ci Pada Nama Daerah DiJawa Barat

Cerita Asal mula Ci pada nama daerah dijawa barat – apa sebabnya sebagian besar wilayah dijawa barat diberinama awalan ci, ci sama sekali bukan tirta/ banya/ apah juga bukan berasal dari kata ” cai”( air). ( cai) adalah kaitan dengan cahaya yang memancar dari permukaan tirta/ banya/apah/air, ci dalm sang sa kerta bermakna ” cahaya “,istilah ci tersebut berkaitan dengan keberadaan gunung api terbesar dan tertinggi didunia.

Gunung purwa sering disebut sebagai gunung batara guru atau gunung matahari atau gunung sunda , lebih dari 17 Mdpt. Puncak gunung sunda purwa selalu berselimut salju dan memancarkan cahaya kemilau yang menerangi daerah sekitarnya .
Ci atau cahaya dalam kota lain artinya adalah dewa karena dewa itu artinya adalah cahaya wilayah gunung sunda purwa adalah tempat bersemayamnya .” Hyang ” dan artinya sama dengan Eyang /moyang/Biyung atau keluhur, oleh sebab itu sampai sekarang sering disebut sebagai wilayah PA-RA-HYANG ( tempat leluhur bangsa matahari) Ci bodas ( cahaya putih) adalah tempat sang hyang iswara terlwtak ditimur/ purwa MANG.

CI Beureum ( cahaya merah) adalah tempat sang hyang brhma terletak diseletan/ Daksina ANG, Ci Hideng ( cahaya hitam) adalah tempat sang hyang wisnu terletak diutara/ utara UNG, Ci Bodas- ci beureu.-ci hideung atau MANG-ANG-UNG, jika disatukan akan menjadi ci maung jika MANG-ANG-UNG diambil akan depannya .”M-A-U”, “A-U-M” maka dari itu saat ini kita mengenal istilah hari mau hari MANG-ANG-UNG, dijawa barat lodaya ( maung/harimau) telah menjadi lambang sang hyang siwa prabu silih wangi.

Dongen Anak Asal Mula Kota Cianjur

Dongeng anak asal mula kota cianjur – suatu hari ada seorang wanita tua mengunakan baju compang camping dan dia mengemis .” berilah saya sedekah tuan.” apa sedekah kamu kira cari uang teh gampang sana pergi… Pergi….

” Wahai manusia kikir dan tamak ingat …ingat lah dengan kelakuanmu yang kuasa akan menenggelamkan semua keserakahammu ingat itu.” tiba tiba muncullah mata air besar yang akan meneggelamkan desa tersebut, hahha… Terendamlah wahai kau manusia bersama keserakahanmu itu.”

” anak pak kikir : kang cepat bawa penduduk kampung keatas bukit cari tenpat yang aman terutama anak anak dan ibu ibu cepat .” tapi ternak dan rumah kita bagaimana ?”..

” Jangan pikirkan ternak , selamatkanjiwa kalian.” baiklah .” aaa… Abah masih dirumah, abah……abah… Abah… Ia pun berlari menuju rumah .. Abh …abah dimana abah…. Abah apa yang abah lakukan ayuk mengungsi keatas bukit .” apa mengungsi ? Tolol lalu harta ini mau diapakan dibiarkan hanyut begitu saja.” abah cepat tinggalkan harta itu kita keatas bukit.”

kamu berangkat saja duluan abah mau mengumpulkam peti dikamar sebelah.”
Air semakim membesar dan menenggelamkan dan meneggelamkan desa dan pak kikir dengan tragis ikut tengelam bersama tumpukam hartanha sementara anak pak kikir dan penduduk desa selamat, dan mengungsi diatas bukit, lalu mereka memcari daerah untuk menata kehidupan baru.

Dan anak pak kikir diangkat menjadi kepada desa , anak pak kikir memimpin desa dengan bijak dan dia menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata, dan mengajarkan penduduk cara cocok tanal desa itu kemudian disebut desa ajuran lama kelaman desa berkembang menjadi kota kecil yang disebut cianjur.

Asal Usul Nama Semarang

Asal Usul Nama semarang – Legenda semarang , Suatu hari dikerajaan demak raden made pandan mengajak raden pandanarang berkelana kebarat.” putra ky maukah kamu ikut pergi berkelana dengan ku besok kita akan meninggalkan wilayah demak ini bersama sama beberapa pengiring kerajaan.” hendak kemanakah ayahanda ?..” kita akan pergi menuju kearah barat disana kita akan menyebarkan agama islam konon ku dengar tanah didaerah sana sangat subur persiapkanlah dirimu putraku.” baiklah ayahanda.”

Akhirnya mereka pun melakukan perjalanan kearah barat, hingga suatu hari mereka menemukan tempat yang subur dan akhirnya mereka putuskan untuk membuat pondok disana dan para pengawal pun ikut membantu mendirikan pondok, dan akhirnya pondok tersebut jadi.

baca juga : asal usul banyuwangi

Setelah pondok itu tersebut jadi rade made pandan mendalami agama bersama anak dan ketiga pengikutnya seiring berjalannya waktu banyak penduduk setempat yang ingin belajar dipondok itu, dan akhirnya semakin banyak warga setempat yang menjadi muridnya hingga pada suatu hari sang ayah berpesan kepada anaknya.

Baca juga : asal usul surabaya

” putraku jika ayah meninggak maka teruskanlah perjuangan kita untuk menyebarkan agama islam didaerah ini bimbinglah umat dan lahan pertanian tetaplah tinggal didaerah ini dan selalu berpegang teguh kepada ajaran para wali insyallah hidupmu kelak selamat dunia dan akhirat.” Baiklah ayahanda .”

Dan akhirnya raden made pandan pun meninggal kemudian raden pandanarang melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh ayahnya, suatu hari raden pandanarang menemukan sesuatu yang janggal.

 

” Mengapa pohon pohon asam itu tumbuh berjauhan padahal itu tumbuh subur, seharusnya pohon pohon itu tumbuh berdekatan. ” benar raden, sahut beberapa orang pengikutnya.” memang ini sangat aneh.
Raden pandanarang berkata lagi kalau begitu daerah ini ku namakan semarang yaitu dari kata asem yang jarang.

Asal Usul Banyu Wangi

Asal usul banyuwangi – Pada zaman dahulu berdirilah kerajaan dikawasan ujung timur pulau jawa kerajaan tersebut memiliki raja yang adil bijaksana dan seorang putrs, putra raja tersebut bernama raden banterang dan dia gemar berburu suatu hari saat sedang berburu raden banterang melihat seekor kijang besar, raden banterang mengejar kijang itu hingga jauh kedalam hutan.

Karena kelelahan raden banterang istirahat sejenak ditepi sungai saat hendak minum dia dikejutkan dengan kedatangan gadis cantik raden banterang pun memberanikan diri menanyakan namanya, ternyata gadis itu bernama suratih dia adalah putri dari kerajaan klungkung dia sedang melarikan diri dari musuh yang menghancurkan kerajaanya .

Karena simpati raden banterang pun mengajak putri pulang keistana putri suratih sangat bahagia bisa tinggak didalam istana karena kepribadianya yang baik raden banterang pun jatuh hati, tidak lama kemudian raden banterang dan putri suratih menikah, seluruh rakyat pun menyambut dengan gembira kabar baik ini .

Suatu hari putri suratih berjalan sendirian dipasar sesampainya dipasar dia bertemu dengan seorang laki laki, laki laki tersebut berpakaian compang camping putri suratih bahagia karena laki laki itu adalag rupaksa kakaknya.
Rupaksa membujuk putri suratih untuk membalas dendam kepada raden banterang, raden yang membunuh ayah mereka namun putri siratih menolak dan rupaksa sangat marah, sebelun pergi rupaksa memberikan ikat kepala berwarna merah ia berpesan agar putri suratih meletakan ikat kepala itu di bawah bantal.

Sesuai pesan kakaknya putri suratih meletakan ikat kepala itu dibawah bantal raden banterang sedang pergi berburu sehingga putri suratih tidak bisa bercerita, putri suratih pun menunggu kepulangan raden banterang untuk menceritakan kakaknya.

Di hutan raden banterang bertemu dengan lelaki berpakaian compang camping lelaki itu berkata bahwa putri suratih sedang berencana balas dendam sebagai bukti putri suratih menyimpam ikat kepala berwarna merah dibawah bantal, ikat kepala itu adalah pemberian dari laki laki yang disewa putri suratih untuk membunuhmu.

Raden banterang segera pulang untuk menemui istrinya dia tidak percaya dengan lelaki didalam hutan tadi namun betapa terkejutnya ketika dia menemukan ikat kepala dibawah bantal terangnya istrinya memang mau membununya, sebelum seperti cerita lelaki dihutan tadi .

Raden banterang menyeret putri suratih kepinggir sungai dia berniat menegelamkan putri suratih tanpa mendengarkan penjelasannya, ketika raden banterang mengetahui bahwa lelaki itu adalah kakak putri suratih raden banterang semakin marah karena mengira mereka berdua berkerja sama.

Putri suratih terus memohon namun tetap saja tidak dihiraukan maka putri suratih pu mengucapkan sumpah. ” Kakanda jika air ini bening dan harum berarti adinda tidak bersalah tetapi jika tetap keruh dan berbau busuk berarti adinda memang bersalah.” bukannya percaya raden banterang justru menghunuskan kerisnya, tubuh putri suratih tercebur dan air sungai tersebut berubah menjadi jernih dan harum, raden banterang menatap tubuh putri suratih ternyata istrinya memang tidak bersalah karna bau harum tersebut akhirnya sungai tersebut diberinama banyuwangi, banyuwangi artinya air yang harum nama banyu wangi kemudian dijadikan sebuah nama kota yaitu kota banyuwangi.

Asal Usul Surabaya

Asal usul surabaya – dongeng surabaya,  Zaman dahulu kala disebuah lautan jawa hiduplah dua hewan buas sura si ikan hiu sura dan baya si buaya. Mereka sama sama angkuh dan keras kepala sura dan baya sering bertarung karena berebut makanan namun karena mereka sama sama kuat dan tidak mau kalah pertarungan mereka tidak pernah ada yang menang .

 

Hingga suatu hari mereka menghentikan pertarungan dan membuat perjanjian .” hay buaya bosan aku bertengkar dengan mu terus.” lah kau pikir aku tidak bosan, terus bagaimana ini. ” sekarang begini kita membagi wilayah dan makanan bagaimana kau setuju .” oke mulai sekarang kau cari makanan diair dan ku didarat .” Baiklah aku setuju tidak boleh ada yang melanggar perjanjian ini.
Sejak dibuatnya perjanjian itu sura dan baya berdamai mereka menghormati wilayahasing masing sesuai kesepakatan.

Baca juga : Legenda asal usul rawa pening baru klinting

Namun suatu hari persediaan makanan diwilayah ikan sura mulai habis, dan sisura pun mencari makanan ditempat wilayah baya, baya terkejut saat melihat si sura diwilayahnya .” sura kenapa kau disini, ini wilayahku air , aku mencari makanan wilayahku air kau daratan aku punya hak mencari makanan disini .” tapi air ini diatas daratan dan masuk wilayahku.” tidak ada prrjanjian air diatas air diatas daratan atau laut pokoknya aku di air kau didaratan .

 

” kau telah melanggar prrjanjian pertarungan sura dan baya berlangsung lama mereka sama sama menyerang tanpa ada yang mengalah sampai terluka parah, dan akhirnya sura mengalah dan baya merasa telah memenangkan pertarungan itu namun mereka akhirnya sama sama mati karena luka yabg sangat parah.

Legenda Asal Usul Rawa Pening Baru klinting

Legenda asal usul rawa pening  baru klinting  , cerita rakyat jawa tengah – Pada zaman dahulu hiduplah seorang gadis bernama endang sapitri tiba tiba saja endang sapitri hamil dan melahirkan seekor naga kabar tentang bayi naga pun segera tersebar dan membuat seluruh warga ketakutan dan yang paling aneh naga itu bisa berbicara seperti manusia naga tersebut diberi nama baru klinting.

cerita legenda rawa pening

Saat baru klinting sudah dewasa ia merasa penasaran tentang ayah kandungnya ia kemudian bertanya kepada ibunya, ibunya pun bercerita bahwa ayahnya adalah seorang pertapa digunung telomoyo, setelah mendapat restu dari ibu baru klinting pun pergi mencari ayahnya sesuai petunjuk ibunya.

Baca juga : asal usul kisah telaga warna

Ia bertemu dengan ki hajar ayah kandungnya namun sayang sekali ki hajar tidak percaya jika baru klinting adalah anaknya, baru klinting menunjukan lonceng dilehernya dan berkata loncenf ini adalah bukti bahwa aku anakmu ini adalah lonceng yang kau berikan ke ibu ku .

 

Lonceng itu memanf pemberian ki hajae untuk ibunya untuk mengenali baru klinting ki hajar meminta agar ia menglingkari gunung telomoyo dan bertapa selama brberapa tahun saat ujian itu selsai baru ki hajar mengakuinya sebagai anak.

 

Tahun berganti tahun tubuh baru klinting yang sedang bertapa tertutup oleh tanah semakin lama semakin tidak terlihat, pada suatu hari warga desa berduyun duyun kehutan untuk berburu rusa karena mereka hendakengadakan sebuah pesta besar mereka telah jauh berjalan namun belum juga menemukan satupun rusa.

 

Saat warga desa putus asa salah seorang dari mereka menemukan ular raksasa mereka pun beramai ramai memotong tubuh ular itu dan membawanya pulang sebagai ganti daging rusa yang mereka gagal dapatkan.

Semua warga tersenyum gembira tanpa tau bahwa itu adalah baru klinting, sore itu semua warga berkumpul bersama, mereka terlihat gembira melihat hidangan yang ada, tiba saja muncul seorang anak kecil yang meminta minta makanan melihat penampilan anak itu yang kotor dan bau warga desa segera mengusirnya tidak mau membagikan makanannya.

 

Anak kecil ini berjalan dengan sangat sedih mencari seorang yang mau menolongnya ia pun tiba di depan rumah mbok rondo, dengan penuh kasih sayang mbok rondo mengajak anak itu masuk dan memberinya makan setelah kenyang anak kecil itu berkata ” mbok rondo bahwa sebentar lagi akan datang banjir besar mbok rondo harus naik keatas lesung agar bisa selamat.

Anak kecil itu segera berlari ketempat pesta diadakan ia mencoba sekali lagi untuk meminta sedikit makanan sama seperti sebelumnya warga desa menolak memberinya makanan bahkan salah satu warga mendorongnya hingga terjatuh akhirnya abaj kecil itu mengadakan perlombaan utnuk seluruh warga ia menancapkan sebatang lidi ketanah dan menantang seluruh warga untuk mencabutnya tentu saja semua warga tertawa, mereka berkata siapa pun pasti bisa mencabutnya lidi tersebut .

Salah satu warga maju untuk mencabut lidi itu namun ia gagal peserta berikutnya maju namun ia pun gagak begitu seterusnya hingga seluruh peserta tak ada satupun yang berhasil mencabit lidi itu baru klinting mau kedepan dan berkata apakah kalian tau siapa aku, aku adalah baru klinting ular yang kalian ambil dari dalam hutan aku datang kesini untuk menguji kalian meminta sedikit makanan namun kalian tidak mau menolongku tiba waktunya untuk hukuman kalian.

 

Baru klinting mencabut lidi itu bersama dengan tercabutnya lidi keluarlah mata air yang sangat derasata air itu sekejap saja telah berubah menjadi banjir besar seluruh warga berlari lari untuk menyelamatkan diri namun terlambat seluruh desa telah tengelam dalam banjir itu, hanya mbok rondo yang selamat saat banjir datang ia segera naik kedalam lesung persis seperti yang diperintahkan oleh baru klinting.

Asal Usul Kisah Telaga Warna

Asal usul kisah telaga warna  – Dikisahkan dijawa barat terdapat kerajaan subur dan makmur bernama kuta tangehan kerajaan itu dipimpin oleh seorang prabu yang bijaksana bernama prabu suartalaya ia mempunyai istri yang cantik berbama ratu purba manah, prabu dan ratu sangatlah dekat dengan rakyatnya mereka saling berkeliling keseluruh negeri untuk melihat Rakyatnya, walaupun terlihat bahagia Namun sebenarnya sang ratu memedam kesedihan .

Suatu malam sang ratu temenung dibalik jendela wajahnya nampak begitu murung.” istriku kau nampak begitu murung. ” oh kakanda apa yang membuatmu murung wahai istriku.” mengapa kita belum juga diberi momongan harus berapa lama lagi kita menunggu aku sudah putus asa kanda.”sabarlah istriku .”

Suatu hari patih kerajaan mencoba memberikan saran.” baginda ratu bagaimana kalau mencoba untuk mengangkat anak.” tidak patih aku ingin anakku sendiri.” tidak tega melihat istrinya terus memurung dan bersedih sang prabu pergi menuju ketengah hutan yang lebat dan gelap didalam hutan ia bersemedi untuk memohon petunjuk Kepada sang kuasa ia terus berdoa agar lekas diberi kerurunan ia pantang menyerah untuk terus berdoa hingga akhirnya ia merasa doanya akan dikabulkan oleh sang kuasa.

Benar saja selang beberapa hari sang ratu hamil dan melahirkan seorang anak gadis bayi munyil yang cantik diberi nama gilang rukmini, prabu dan ratu sungguh sangat senang begitu pula dengan para rakyatnya tidak terasa waktu cepat berlalu gilang rukmini tumbuh menjadi gadis yang cantik, sayangnya gilang rukmini tumbuh menjadi anak anak yang manja.

Hari berlalu sang patih mengumumkan bahwa putri sebentar lagi berumur 17 tahun rakyat berbindong- bondong keisitana untuk memberi hadiah, raja menyimpan semua hadiah itu disebuah ruangan sewaktu waktu ia bisa menggunakan untuk kepetingan rakyat ia hanya mengambik beberapa permata yang bagud , prabu pun membawa permata itu ke seorang pengrajin perhiasan untuk dibuatkan kalung yang paling bagus senegeri ini.

Hari yang dinantikan pun tiba rakyat telah berkumpul dihalaman istana mereka semakin riuh ketika tuan putri naik keatas panggung mereka menyambut hangat kedatangan tuan putri , raja pun memberikan hadiah kalung pemata itu kepada putrinya Sebagai hadiah ulang tahun , ” kalung ini pemberiaan dari orang orang diseluruh penjuru negeri sangat indah bukan .” kenapa ayah memberikan aku kalung jelek seperti ini permatanya kecil rantainya juga terlihat murah, aku tidak suka .” haaa…… Kalungnya !!… ” kalung pemberian prabu hancur terurai ditanah perbuatan putri yang membuat kalung itu sangat mengagetkan semua orang terutama sang ratu, ia merasa begitu kecewa melihat putrinya, airmata pun menetes dari matanya , melihat ratu menangis seluruh rakyat turut menangis air mata mereka membajiri istana bumi seakan ikut merasakan kesedihan, keluarlah mata air yang besar seluruh kerajaan pun tengelam dan brrubah menjadi danau danau itu sangat cantik warna airnya berbeda beda , menurut cerita warna air itu berasal dari kalung permata sang putri , danau ini dekarang dikenal sebagai telaga warna karna memiliki warna yang berbeda beda.

Cerita Rakyat Roro Jongrang

Cerita rakyat roro jongrang – Dijawa tengah,  pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan bernama pengging,  pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur,  dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama prabu damar maya,  prabu damar maya memiliki putra bernama raden bandung bandawasa,  seorang ksatria yang gagah perkasa dan sakti. Tak jauh dari wilayah pangging terdapat kerajaan Baka,  kerajaan baka dipimpin oleh raja denawa ( raksasa)  pemakan manusia yang kejam bernama prabu baka.

Dalam memerintah kerajaannya  prabu baka dibantu oleh seorang patih bernama Patih bernama patih Gupala yang juga adalah raksasa. Akan tetapi meskipun berasal dari bangsa raksasa,  prabu baka memiliki putri yang sangat cantik jelita bernama roro jongrang.

Prabu baka ingin memperluas kerajaannya dan merebut kerajaan pengging,  karena itu bersama patih Gupala mereka melatih balatentara dan menarik pajak Dari rakyat untuk membiayai perang.

Setelah persiapan matang,  prabu baka beserta balatentaranya menyerbu kerajaan pengging,  pertempuran hebat meletus dikerajaan pengging antaraa tentara baka dan tentara pengging,  banyak korban jatuh dari kedua belah pihak,  akibat pertempuran ini rakyat pengging banyak menderita kelaparan,  kehilangan harta benda, banyak diantara mereka yang tewas.

Untuk mempertahankan negeri nya prabu damar moyo mengirimkan putranya,  pangeran bandung bondowoso untuk bertempur melawan prabu baka.  Pertemuran diantara keduanya begitu hebat dan berkat kesaktiannya Bandung bondowoso berhasil dan membunuh prabu Baka.  Ketika patih GUpolo mendengar kematian junjungannya,  ia segera melarikan diri mundur kembali kekerajaan baka.

pangeran bandung bondowoso mengejar Patih Gupolo hingga kembali kekerajaan baka,  ketika patih gupolo tiba dikraton baka,  ia segera melaporkan Kabar kematian prabu baka kepada putri roro jongrang Mendengar kabar duka ini sang putri bersedih dan meratapi kematian Ayahhandanya,  setelah kerajaan baka jatuh kekerajaan Balatentara pengging , panggeran bandung bondowoso menyerbu masuk kedalam kraton (istana)  Baka.

Didalam istana ia bertemu dengan roro jongrang,  begitu melihat putri roro jongrang,  seketika bandung bondowoso terpikat,  terpesona kecantikan sang putri yang luar biasa,  saat itu juga bandung bondowoso jatuh cinta dan melamar roro jongrang untuk menjadi istrinya akan tetapi sang putri menolak lamaran itu,  tentu saja karena ia tidak mau menikahi pembunuh ayahhandanya dan penjajah negaranya,  Bandung bondowoso terus membujuk dan memaksa agar sang putri bersedia dipersunting.

Akhirnya roro jongrang bersedia dinikahi oleh bandung bondowoso,  tetapi sebelumnya ia mengajukan dua syarat yang mustahil untuk dikabulkan. Syarat pertama adalah ia meminta dibuatkan sumur yang dinamakan sumur jalattunda,  syarat kedua adalah sang putri minta bandung bondowoso untuk membangun seribu candi untuk nya.

Meskipun syarat-syarat itu teramat berat dan muatahil unruk dipenuhi bandung bondowoso menyanggupi nya, la mengarahkan kesaktiannya.  Siapa pun tak menyangka,  termasuk roro jongrang bahwa dalam waktu singkat sang pangeran berhasil menyelesaikan Sumur jalatunda, setelah Sumur selesai dengan bangga sang pangeran menunjukan hasil karyanya.

Putri roro jongrang berusaha memperdaya sang pangeran dan membujuknya untuk turun kedalam aumur dan memeriksanya,  setelah bandung bondowoso masuk kedalam sumur,  sang putri memerintahkan patih Gupolo untuk menutup dan menimbun sumur dengan batu,  menghubur bondowoso hidup-hidup.

Setelah sumur tertutup rapat dengan batu,  putri roro jongrang merasa lega,  la mengira jaka bandung tewas tertimbun bebatuan.  Akan tetapi bandung bondowoso yang sakti kuat dan gagah perkasa berhasil keluar dan mendobrak timbunan batu itu,  sang pangeran sempat dibakar kemarahan akibat tipu daya sang putri,  akan tetapi berkat kecantikan dan bujuk rayunya,  sang putri berhasil memadamkan kemarahan sang pangeran.

“mengapa kalian bermaksud membunuhku? ” tanya pangeran dengan wajah merah padam.
” kami hanya ingin memastikan bahwa pangeran benar-benar seorang yang sakti dan pantas mendampingi saya. ” jawab putri roro jongrang.

” hem begitu kiranya…..  Lalu apa syarat yang kedua? ”
“pangeran harus membuatkan saya seribu candi hanya dalam waktu satu malam. ” kata putri roro jongrang. ” ingat pangeran,  waktunya hanya satu malam. ”

“Baik…  Akan kupenuhi permintaanmu…  Sahut pangeran.  Untuk mewujudkan syarat kedua,  sang pangeran bersemedi dan memanggil makhluk halus jin,  dlsetan,  dan dedemit dari dalam bumi.

Dengan bantuan makhluk halus ini sang panggeran berhasil menyelesaikan 999 candi,  ketika roro jongrang mendengar kabar banhwa seribu candi sudah hampir rampung,  sang putri berusaha mengagalkan tugas bondowoso,  ia membangunkan dayang-dayang isatana dan perempuan -perempuan  desa untuk mulai menumbuk padi,  ia kemudian memerintahkan agar membakar jerami disisi timur.

Upaya putri Roro jongrang berhasil.  Para makhluk halus terkejut,  mereka mengira bahwa pagi telah yiba dan sebentar lagi matahari akan tetbit  para makhluk halus lari ketakutan bersembunyi masuk kembali kedalam bumi.

Akibat nya hanya 999 candi yang berhasil dibangun dan bandung bondowoso telah gagal memenuhi syarat yang diajukan roro jongrang ketika mengetahui bahwa semua itu hasil kecurangan dan tipu muslihat rorojongrang.  Bandung bondowoso amat murka dan mengutuk roro jongrang menjadi batu.

Maka sang putri pun berubah menjadi arca yang terindah untuk mengenapi candi terakhir,  menurut kisah ini situs keraton ratu baka di dekat prambanan adalah istana prabu baka,  sedangkan 999 candi yang tidak rampung kini dikenal dengan candi sewu,  dan arca Dirga fi ruang utara candi utama di perambanan adalah perwujudan san putri yang dikutuk menjafi batu dan tetap  dikenang sebagai Lara jongrang Berarti” gadis yang ramping”.

Cerita Rakyat Singkat Tentang Gunung Merapi

Baca kumpulan cerita rakyat pendek tentang legenda gunung merapi di jaman kesultanan mataram, karena dengan membaca cerita rakyat dari berbagai daerah indonesia minimal kita akan tau budaya negara kita sendiri.

Cerita rakyat singkat – Disebutkan dalam babad tanah jawa,  penembahn senopati sedang bertapa dinglipura, dekat bantul.  Setelah selesai bertapa,  kemudian ki juru mertani bertanya. ”  apakah yang kau dapatkan didalam tapamu? ” panembahan senapti menjawab. ” saya mendapatkan lintang johar di Segera ki juru mertani bertanya kembali, ” apakah lintang johar itu mampu menghilangkan marabahaya?. ”
Tidak,  paman, “ujar panembahan senapati. ”

“kalau begitu,  bertapalah lagi, ” kata ki juru mertani.  Ki juru mertani melanjutkan perkataannya,  Hanyutkan la sebatang kayu disungai.  Naiklah kau diatas kayu yang kau hanyutkan itu,  setelah sampai laut kidul,  kau akan menjumpau ratu kidul

Panembahan senapati menjalankan apa yang dikatakan ki juru mertani. Didalam babad tanah jawa disebutkan tentang pertemuan panembahan senopati dan ratu kidul,  ratu laut kidul bersedia membantu panembahan senopati dengan bala tentara makhluk halus.

Panembahan senopati kemudian menemui ki juru mertani.
“nah, sekarang apa yang kau dapatkan dari tapamu? ”

“Benar kata paman,  saya dapat bertemu dengan ratu kidul. ”
“Lantas,  apa yang kau dapatkan,  ? Tanya ki juri mertani

” saya diberi minyak jayangkatong dan telur Degan,  ”  jawab panembahan senapati.
Telur yang kau dapatkan itu berikan lah pada juru taman,  kata ki juru mertani.  Singkat cerita,  setelah ki juru tamab memajan telur itu,  terjadilah keanehan dalam diri kijuru taman tubuhnya beruba wujud menjadi raksasa yang besar dan mengerihkan.

Selanjutnya, raksasa itu ditugaskan untuk menjaga gunung merapi,  adapun tempat penjaganya adalah plawangan,  maka apabila terjadi bencana yang diakibatkan oleh gunung merapi,  raksasa itu lah yang menjaga dan menahan agar bencana tidaj menjalar keselatan,  dengan demikian,  daerah sebelah selatan senantiasa terhindar dari bencana.

Sedangkan minyak jayakaton diperintahkan agar dibuang.  Namin sebelumnya,  dibuka dahulu dan diusapkan pada dua anak laki-laki dan perempuan yang ada disana,  setelah terkena jayangkatong,  raga keduanya tidak kelihatan,  si anak laki-laku yang tidak nampak itu dijuluki kyai panggung,  sedangkan si anak perempuan menjadi nyai koso,  sampai sekarang,  mereka dipercayai masih setia menjaga beringin putih utara masjid yang ada di sebelah selatan jalan.

Dongeng Si Kancil

Dongeng si kancil adalah cerita rakyat asal jawa yang sangat baik untuk dijadikan bahan bacaan bagi anak anak, karena dongeng si kancil memiliki pesan pesan mendidik berupa nilai nilai pendidikan sarat makna.

Dongeng si kancil – Chandrakirana gadis yang cantik. Baik budi pekertinya.  Persaannya halus,  dan hatinya lembut, disukai semua orang.

Sementara itu Dewi Ajeng putri permaisuri yang baru. Wajah nya juga cantik tapi masih lebih cantik dan lembut wajah nya candrakirana. Ada bayangan watak kejam dan kaku pada diri dewi ajeng.
Raja panjalu sudah merencanakan akan menjodohkan chandrakirana dengan inu kertapatih dari kerajaan jengala.

Sebulan yang lalu Raden inu kertapati telah berkunjung keDaha. Ia sudah melihay dan berkenalan dengan chandetakirana. Keduanya merasa cocok, yang satu tampan yang satu nya lagi cantik jelita ..

Raja Daha sudah merencanakan bahwa empat puluh hari sejak perkenalan itu akan dilakukan pertunagan resmi. Raden inu kertapati bersama keluarga istana jengagala akan datang melamaran chandrakirana. Waktu pertunagan Itu Hanya tinggal beberapa hari saja, chandrakirana Sudah mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya.

Tidak bisa!  Aku tidak akan membiarkan chandrakirana berdampingan dengan raden inu kertapatih “gumam Dewi ajeng yang iri dan pencemburu”.malam harinya Dewi Ajeng berunding dengan ibunya sang ibu menyarankan agar pergi kenenek gagak ireng. Dukun wanita yang terkenal ampuh ilmu sihirnya. Demi cita-citanya bersanding dengan Raden Inu kertapati ia rela pergi jauh ketempat nenek Gagak ireng.
Setelah mendapat bekal dari si dukun Dewi Ajeng segera Kembali keistana, tengah malam berulah ia sampai di istana dengan tubuh lesu karena perjalanan yang jauh.

“kita harus dapat mengusir chandrakirana dari istana ini.  Bagaimana caranya Bu?”

Permaisuri diam sejenak,  kemudian tersenyum cerah,  ia ingin ingat tugasnya.  Diam-diam permaisuri masuk keruang dapur, menaruh racun didalam gelas teh yang telah di siapkan pelayan istana untuk dibawa chandrakirana menghadap ayahandanya, kegiatan itu dilakukan untuk mendekatkan hubungan anak dengan ayahnya,  Biasanya,sambil minum teh mereka berbincang-bincang seputar keluarga.
Sang prabu meminum separuh isi cangkir teh,  terasa hangat didalam tenggorokan dan perut, “hem teh bikinan mu memang enak anak ku,” ujar sang prabu.

“terimakasih rama prabu.” sahut chandrakirana.
Tapi sesaat kemudian sang prabu memeganggi perutnya yang terasa mual. Rasa mual itu semakin menghebat.

” Rama prabu….  Teriakk chandrakirana. “kenapa rama prabu….? Ada apa kiranya?”
Tapi sang prabu bukannya menjawab, sepasang bola matanya nampak mendelik, nafasnya tersenggal-senggal. Kemudian malah muntah darah,  Chandrakirana kiranya segera memeluk ayahnya yang hendak roboh.

Permaisuri menuding kearah chandrakirana. ” apa yang telah kau lakukan? Teganya kau hendaak membunuh ayah sendiri?  Pasti kau yang meracuninya..

” Tidak!  Tidak mungkin saya meracuni Rama prabu Yang sangat saya sayangi.”
Sang prabu segera diangkat kepembaringan, tabib istana segera datang memeriksa. Ia memeriksa tubuh sang prabu dengan seksama, Beberapa saat kemudian Sang tabib bernafas lega, walapun sang prabu belum sadarkan diri.

” Beliau terkena rajun…  “ujar sang tabib” tapi racunnya tidak terlalu ganas, walau demikian beliau harus istirahat total untuk beberapa hari.
Esok harinya raja siuman.  Ia betul-betul tak menyangka putri kandungnya sendiri ingin membuatnya celaka .
Hukuman harus ditegakan dikerajaan ini,  tak terkecuali Putriku sendiri,  Bukti dan saksi telah memberatkan tuduhan perbuatan jahatmu. Kau seharunya dijatuhi hukuman mati.  Tapi aku cukup bijak kau harus pergi dari istana ini.

” Rama prabu harus menyelidik masalah ini lrbih dalam lagi. Ananda tidak besalah”.
“kau harus pergi dari istana ini”!

Dengan berlinang air mata chandrakirana pun terpaksa pergi meninggalkan istana kediri.  Ia melangkah tanpa tujuan, denga derai air mata ia terus berjalan sampai ditepi pantai.
Tanpa setahu chandrakirana sejak tadi dari kejauhan Dewi Ajeng dan Nenek Gagak irwng mengikutinya diam-diam. Nenek tua itu bergegas menghampiri chandrakirana, setelah cukup dekat nenek itu membaca mantranya, Tongkat hitam ditangannya diacungkan ke udara beberaa kali, ia menarik napas panjang hingga perutnya membesar.

Angin kuat penuh hawa sihir menerjang kearah chandrakirana. Chandrakirana terpelanting ketepi laut,  begitu menyentuh air laut tubuh chandrakirana tiba-tiba berubah menjadi keong emas.   Dewi ajeng menangkap keong itu,  lalu dengan sekuat tenanga keong itu dilempar ketengah laut.
Terima kasih nenek..!  Kata Dewi ajeng sembari mengeluarkan kantung uang. Ini untuk nenek karna telah berhasil membantuku.

Chandrakirana terombang-ambing ombak Ditengah laut, gadis malang itu tidak bisa melakukan apapun, kecuali berdo’a semogga yang Dewata agung menolong dan membawanya kembali kedarat,ombak berlahan-lahan membawanya kedekat pantai yang tenang, kebetulan dipantai itu ada seorang nenek tua yang mencari ikan,  chandrakirana yang kini menjadi keong emas terbawa ombak ketepian ia merambat disebuah batu hitam. Kebetulan nenek tua itu menambatkan sampanya tak jauh dari keong itu berada.

” Hem,  kelihatnya keong ini lucu dan manis,  baiklah akan kubawa pulang saja kerumah,  akan ku pelihara. ” ujar nenek tua.

Keong mas kini merasa lega karena tidak lagi terombang ambing di laut. ingin rasanya mengungkapkan terima kasih pada nenek itu tapi sayang tidak bisa berbicara.
Tidak lama kemudian sampai digubuk kecil, ikan hasil tangkapan nya hari itu diletakan ditempayan,  keong emas di letakkan didekat kendi air didalam rumahnya.

Pada malam hari neneK itu sudah kelelahan, ia tertidur dengan pulas,  pada malam itulah tanpa sepengetahunnya keong emas berubah menjadi gadis cantik yang tak lain adalah chandrakirana. Ternyata pengaruh sihir itu lenyap jika malam telah tiba.

Esok harinya ketika bangun pagi sang nenek meras terkejut melihat diatas meja makan telah terhidang berbagai makanan lezat, Kejadian dimeja makan itu tidak terjadi sekali tetapi berkali-kali hal itu membuat nenek penasaraan,  sehabis mencari ikan nenek pun berpura-pura tidur.

Malam pun tiba, perlahan-lahan nenek memincingkan matanya,  ia mengintip apa yang terjadi didalam rumahnya sungguh kaget ia dibuatnya,  dia melihat keong emas menjelma menjadi putri yang sangat cantik jelita,  buru-buru dia bangkit dari pembaringan..
“kamu siapa?  Tanya nenek nelayan. ”

Chandrakirana terkejut,  “saya chandrakirana putri kerajaan Dana. Entah mengapa aku manjadi keong emas,
Sejak saat itu chandrakirana tinggal dengan nenek nelayan yang bernama mbok rondo Dadapan.

Sementara itu,  ditempat lain, Disbuah desa yang jauh dari keramain kota,  ada seorang pemuda berwajah tampan sedang berkelana .pemuda itu tak lain adalah Raden inu kertapati iya telah mengembara keberbagai desa untuk mencari chandrakirana yang telah hilang dari istana.

Suatu hari ia bertemu denga seorang kakek tua dipinggir jalan,
“anak muda saya sudah tiga hari belum makan,  rintih kakek tua itu. Raden inu kertapati laku memapah kakek tua itu untuk berteduh dipohon jambu,  dia memtikan beberapa buah jambu yang masak untuk si kakek.

“terimakasih nak kamu baik sekali..  Kata sih kakek.
“sebenarnya kamu mau kemana?
“saya mencari putri chandrakirana yang diusir dari kerajaan kediri. ”

Kakek itu bergumam lalu menunjukan padanya tempat sang putri, Raden inu kertapti pun meneruskan perjalnan mengikuti jalan yang telah di tunjukan kakek tadi.

Akhirnya tiba disebuah desa dipinggir pantai karena sudah beberapa hari tidak makan dan minum ia merasa haus,  ia meminta minum Kepada seorang penduduk tersebut  kebetulan Mbok rondo dadapan. Ketika nenek kembali membawa kendi berisi air. Raden bertanya nenek masak apa?  “oh bukan Nenek kok  yang masak  . Jawab nenek itu.
Nenek pun menjelaskan panjang lebar mengenai chandrakirana yang dikutuk menjadi keong emas dan ditemukan dipinggir pantai.

” jadi yang memasak chandrakirana. “? Tolong nek pertemukan kami berdua,  nenek itu lalu memanggil chandrakirana “. Pangeran inu kertapati!..  Putri chandrakirana berteriak kegirangan bertemu kekasihnya yang menyamar menjadi rakyat biasa itu.  Hari itu juga pangeran Mengajak   chandrairana dan nenek dadapan pulang keistana.

Ketika sesampainya pangeran inu dan putri chandrakirana telah tiba dikerajaan kediri, Dewi ageng sangat kaget,  segera ia menemui nenek sihir.  Nenek sihir mengatakan bahwa sihirnya akan hilang apabila chandrakirana bertemu dengan pangeran inu.

” Dewi ajeng sangat marah iya membentak nenek sihir itu,  “kenapa kau tidak bilang dari dulu”.
“memangnya kau mau ap?” si nenek sihir pun balik menetang .kau harus tau dan merasakan seperti apa jika kau berubah menjadi keong.

“jangan nek!  jangan !.
Namun terlambat, nenek gagak ireng yang sudah marah telah menyihir nya menjadi keong berwarna hitam.
Selang sehari setelah peristiwa itu Raden inu kertapati dan chandrakirana melangsungkan pertungan,  san tak lama kemudian mereka melangsungkan pernikahan dan hidup bahagia.