Kisah Angsa dan Telur Emas

Kisah angsa dan telur emas – Suatu ketika seorang malaikat di surga memiliki seekor angsa ia merawat angsa itu dengan baik , namun saat saat angsa bertelur , telur iry jatuh daru surga kebumi setelah beberapa hari seekor abaj angsa menetas dari telur itu . Kemudian didesa terdekat tinggallah seoeang petani dan Istrinya mereka amat miskin mereka hanya punya kebun kecik ditanami sayuran untuk mereka makan ia biasa menjual sayuran itu dan mendapat nafkah sekaligus makanan.

Suatu hari si istri berkata si petani ,tidak kah lebih baik jika sekali kali makan telur ku harap kita punya angsa yang bertelur setiap hari si petani tidak punya cukup uang untuk membeli angsa jadi ia mengumpulkan sayuran dan pergi kepasar untuk menjual semuannya berharap uangnya bisa untuk membeli angsa .

Baca juga : Dongeng anak asal mula bukit catu bali


Ia membawa pulang angsa itu dan merawatnya dengan baik ia membuatkan kandang bagi si angsa untuk bertelur .” angsa ini akan menghasilkan telur yang dapat ku gunakan untuk dijual dan di makan.” pikir si petani hari demi hari berlalu , suatu pagi saat hendak mengambil telur untuk sarapan ia terkejut melihat si angsa bertelur emas, ia tidak tau bahwa angsa itu berasal dari telur yang jatuh dari surga .

Mungkin kamu suka : Dongeng anak, aku ibu tiri cinderela 

” telur emas kalau inj sungguhan aku pasti akan jadi orang kaya pikir si Petani .”

ia menjual telur itu dipasar dan mendapat cukup banyak uang untuk mengatasi segala masalahnya tapi ia merasa uang yang ia daPat tidak cukup , jadi ia menunggu kembali si angsa bertelur ia mulai merawat si angsa dengan istimewa tIidak lama ia menemukan telur emas lagi ia dan Istrinya Senang melihat telur itu ia cepat cepat mengambil telur itu dan bergegas kepasar lagi lagi dia mendapatkan banyak uang dari telur emas itu dan lantas dikenal sebagai orang kaya didesanya.

 

Hari hari berlalu dan lambat laun si petani dan istrinya jadi makin kaya namun pasangan itu juga berubah menjadi serakah Dan egois mereka berdua menginginkan segala harta didunia ini jadi milik mereka secepatnya , suatu hari si istri mengajukan renacana .

” bagaimana kalau kita menggambio semua telur emas itu sekaligus petani juga terpukau oleh usulan istribnya untuk memotong angsa dan mengeluarkan semua telur emas dalam tubuhnya , namun keserakahan punya cara sendiri memberi pelajaran, mereka menggambil pisau tajam dan membelah perutnya si angsa untuk mengambil semua telur emas dari dalam sana sekaligus tapi itu kesalahan besar mereka tidak menemukan aaru pun telur emas dalam tubuh angsa itu dan tak ada telur lagi untuj seterusnya , angsa yang malang itu kehilangan nyawa dan suami istri itu kehilangab sumber kekayaan mereka seperti pepatah keserakahan adalah kutukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *