Dongeng Anak Anak Asal Mula Bukit Catu Bali

Dongeng anak asal mula Bukit catu bali – zaman dahulu kala ada sebuah pulau impian nan indah alamnya yang subur sungainya yang jernih menyimpan untuk kesejahteraan penduduk, menjauh dibagian selatan sekelompoknya hidup rukun mereka tekun mengarap tanah sawah ,benar saja kuasa aang yang widi aaat panen berikutnya hasilnya begitu berlimpah pajirnes sangat senang dan bangga sesuai dengan kaul pajirnes saat itu juga dibuat satu nasi tumpeng yang sangat istimewa untuk dihantarkan kepada dewa .

 

” ha…ha.ha..ha.. Hanya menghantarkan tumpeng panen jadi meningkat hahahha…. Bu untuk panen berikutnya tolong buat tumpeng yang lebih besar agar panen kita lebih banyak lagi.” dan tak disangka panen kali ini menghasilkan padi yang melimpah panjirnes, semakin senang hingga suatu hari, ditengah sawah pajirnes muncul seongok tanah sebesar catu.

Catu adalah alat pengukur beras saat itu yang terbuat tempurung Kelapa, jangan jangan ini petunjuk Sangyangwidi agar aku tetap menghaturkan tumpeng, ah sebaiknya aku kasih tau ibu dirumah.” ada apa pak ?, seperti ada setan .” begini bu begini tadi disawah muncul gundukan tanah sebesar catu untuk itu tolong buat tumpeng sebesar catu Kita persembahakan kepada dewa disawah agar panen kita berhasil bagus.”

” Memang itu perlu pak ?”, Jangan banyak tanya, kerjakan saja nanti panen kita berlimpah kita akan kaya raya .” tapi pak hasil panen kita sudah berlimpah cukup untuk dua tahun.” aku ingin hasil yang lebih lagi lebih besar jadi kita bisa kaya raya”.

Demikianlah panjirnes bersikeras untuk menghaturkan tumpeng sebesar ongokan seperti disawah, tapi apa yang terjadi dengan ajaib onggokan tanah itu semakin membesar. ” Ibu kita buat lagi tumpeng sebwsar ongokan tanah ini, keesokan harinya cuma segini, kita buat sekarang, tumpeng sebesar ini buat lagi… Lagi… Lagi…. Lagi….. Hahaha…

 

Demikianlah berulang ulang panjirnes merasa tertantang dan menjadi gelap mata sementara anggokan tanah semakin membesar dan membesar.” ini simpanan padi kita terakhir lumbung semua sudah kosong .” semua harta panen panjirnes habis untuk memenuhi ambisinya yang rakus dan sombong panjirnes jatuh miskin. Sedangkan onggokan tanah disawah panjirnes sekarang sudah menjadi sebesar bukit dan dinamakan bukit catur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *