Cerita Asal Mula Ci Pada Nama Daerah DiJawa Barat

Cerita Asal mula Ci pada nama daerah dijawa barat – apa sebabnya sebagian besar wilayah dijawa barat diberinama awalan ci, ci sama sekali bukan tirta/ banya/ apah juga bukan berasal dari kata ” cai”( air). ( cai) adalah kaitan dengan cahaya yang memancar dari permukaan tirta/ banya/apah/air, ci dalm sang sa kerta bermakna ” cahaya “,istilah ci tersebut berkaitan dengan keberadaan gunung api terbesar dan tertinggi didunia.

Gunung purwa sering disebut sebagai gunung batara guru atau gunung matahari atau gunung sunda , lebih dari 17 Mdpt. Puncak gunung sunda purwa selalu berselimut salju dan memancarkan cahaya kemilau yang menerangi daerah sekitarnya .
Ci atau cahaya dalam kota lain artinya adalah dewa karena dewa itu artinya adalah cahaya wilayah gunung sunda purwa adalah tempat bersemayamnya .” Hyang ” dan artinya sama dengan Eyang /moyang/Biyung atau keluhur, oleh sebab itu sampai sekarang sering disebut sebagai wilayah PA-RA-HYANG ( tempat leluhur bangsa matahari) Ci bodas ( cahaya putih) adalah tempat sang hyang iswara terlwtak ditimur/ purwa MANG.

CI Beureum ( cahaya merah) adalah tempat sang hyang brhma terletak diseletan/ Daksina ANG, Ci Hideng ( cahaya hitam) adalah tempat sang hyang wisnu terletak diutara/ utara UNG, Ci Bodas- ci beureu.-ci hideung atau MANG-ANG-UNG, jika disatukan akan menjadi ci maung jika MANG-ANG-UNG diambil akan depannya .”M-A-U”, “A-U-M” maka dari itu saat ini kita mengenal istilah hari mau hari MANG-ANG-UNG, dijawa barat lodaya ( maung/harimau) telah menjadi lambang sang hyang siwa prabu silih wangi.

Dongen Anak Asal Mula Kota Cianjur

Dongeng anak asal mula kota cianjur – suatu hari ada seorang wanita tua mengunakan baju compang camping dan dia mengemis .” berilah saya sedekah tuan.” apa sedekah kamu kira cari uang teh gampang sana pergi… Pergi….

” Wahai manusia kikir dan tamak ingat …ingat lah dengan kelakuanmu yang kuasa akan menenggelamkan semua keserakahammu ingat itu.” tiba tiba muncullah mata air besar yang akan meneggelamkan desa tersebut, hahha… Terendamlah wahai kau manusia bersama keserakahanmu itu.”

” anak pak kikir : kang cepat bawa penduduk kampung keatas bukit cari tenpat yang aman terutama anak anak dan ibu ibu cepat .” tapi ternak dan rumah kita bagaimana ?”..

” Jangan pikirkan ternak , selamatkanjiwa kalian.” baiklah .” aaa… Abah masih dirumah, abah……abah… Abah… Ia pun berlari menuju rumah .. Abh …abah dimana abah…. Abah apa yang abah lakukan ayuk mengungsi keatas bukit .” apa mengungsi ? Tolol lalu harta ini mau diapakan dibiarkan hanyut begitu saja.” abah cepat tinggalkan harta itu kita keatas bukit.”

kamu berangkat saja duluan abah mau mengumpulkam peti dikamar sebelah.”
Air semakim membesar dan menenggelamkan dan meneggelamkan desa dan pak kikir dengan tragis ikut tengelam bersama tumpukam hartanha sementara anak pak kikir dan penduduk desa selamat, dan mengungsi diatas bukit, lalu mereka memcari daerah untuk menata kehidupan baru.

Dan anak pak kikir diangkat menjadi kepada desa , anak pak kikir memimpin desa dengan bijak dan dia menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata, dan mengajarkan penduduk cara cocok tanal desa itu kemudian disebut desa ajuran lama kelaman desa berkembang menjadi kota kecil yang disebut cianjur.

Dongeng Anak Anak Asal Mula Bukit Catu Bali

Dongeng anak asal mula Bukit catu bali – zaman dahulu kala ada sebuah pulau impian nan indah alamnya yang subur sungainya yang jernih menyimpan untuk kesejahteraan penduduk, menjauh dibagian selatan sekelompoknya hidup rukun mereka tekun mengarap tanah sawah ,benar saja kuasa aang yang widi aaat panen berikutnya hasilnya begitu berlimpah pajirnes sangat senang dan bangga sesuai dengan kaul pajirnes saat itu juga dibuat satu nasi tumpeng yang sangat istimewa untuk dihantarkan kepada dewa .

 

” ha…ha.ha..ha.. Hanya menghantarkan tumpeng panen jadi meningkat hahahha…. Bu untuk panen berikutnya tolong buat tumpeng yang lebih besar agar panen kita lebih banyak lagi.” dan tak disangka panen kali ini menghasilkan padi yang melimpah panjirnes, semakin senang hingga suatu hari, ditengah sawah pajirnes muncul seongok tanah sebesar catu.

Catu adalah alat pengukur beras saat itu yang terbuat tempurung Kelapa, jangan jangan ini petunjuk Sangyangwidi agar aku tetap menghaturkan tumpeng, ah sebaiknya aku kasih tau ibu dirumah.” ada apa pak ?, seperti ada setan .” begini bu begini tadi disawah muncul gundukan tanah sebesar catu untuk itu tolong buat tumpeng sebesar catu Kita persembahakan kepada dewa disawah agar panen kita berhasil bagus.”

” Memang itu perlu pak ?”, Jangan banyak tanya, kerjakan saja nanti panen kita berlimpah kita akan kaya raya .” tapi pak hasil panen kita sudah berlimpah cukup untuk dua tahun.” aku ingin hasil yang lebih lagi lebih besar jadi kita bisa kaya raya”.

Demikianlah panjirnes bersikeras untuk menghaturkan tumpeng sebesar ongokan seperti disawah, tapi apa yang terjadi dengan ajaib onggokan tanah itu semakin membesar. ” Ibu kita buat lagi tumpeng sebwsar ongokan tanah ini, keesokan harinya cuma segini, kita buat sekarang, tumpeng sebesar ini buat lagi… Lagi… Lagi…. Lagi….. Hahaha…

 

Demikianlah berulang ulang panjirnes merasa tertantang dan menjadi gelap mata sementara anggokan tanah semakin membesar dan membesar.” ini simpanan padi kita terakhir lumbung semua sudah kosong .” semua harta panen panjirnes habis untuk memenuhi ambisinya yang rakus dan sombong panjirnes jatuh miskin. Sedangkan onggokan tanah disawah panjirnes sekarang sudah menjadi sebesar bukit dan dinamakan bukit catur.

Dongeng Anak Prasarana, Apa Itu, Anakku ?-

Dongeng anak Prasarana, apa itu, anakku ?- suatu desa dilereng gunung salak, jawa barat. Lewat tengah hari seorang yang tampanhnya menyerupai pengantar pos, manpir kerumah lurah. Oleh sebab desa itu cuma satu kali sebulan saja menerima kiriman pos, itu pun nila ada truk perkebunan yang suka reka mai mengantarkan surat surat itu dari kantor pos bogor kesana. Dapat dibayangkan peristiwa yang sangat penting.

Begitu pentingnya hingga lurah selalu memukul kentong untuk memberitahukan semua penghuni desa bajwa pos datang.

Kali ini pun, lurah memukul kentong. Dan penghuni desa bermunculan dari mana mana menyerbu rumah lurah. Gambarannya tak banyak benda dari pemerintah pos oleh prajurit prajurit di medan perang.

 

Rumah lurah telah sepi kembali , yang menerima surat kiriman paket, sudah membaca suratnya masing masing dirumah. Seorang wanita setengah baya, duduk lesu bersandar pada salah satu tiang emeper rumah lurah, ditangannya secarik telegram yang telah dibuka, disampingnya, juru tulis muda, mata wanita itu berkaca kaca.

Sudahlah bu, tak ada gunanya ditangisi lagi. Dia toh telah hampir sebulan yang lalu meninggal. Saya kira, dia tentulah telah dikubur, bahwa ibu baru hari ink menerima telegram pemberitahuan dia meninggal, ini patut disesalkan, siapa yang harus disalahkan? Mau menyalahkan jawatan pos, wah, susahh!..

Kenapa susah ? Bukankah tugas mereka harus mengantar surat surat terlebih telegram telegram penting ini, tepat pada waktunya.”

Carik muda tersenyum getir, bagaimana ia menerangkan secara jelas dan sederhana pada ibu tua ini ? Akankah dia harus berpidato panjang lebar mengenai 1001 kesukaran dan kekurangan yang dihadapi jawatan postel kita ? Masih untung ada truk perkebunan Yang mau secara sukarela mengantarkan Pos dari kantor pos bogor kemari, dan juga mengantarkan surat surat dari desa ini kekantor pos bogor, apa ibu tua ini tak pernah dengar tentang surat yang baru tiba setelah lewat satu tahun labih disamarinda dan dikirim dari jakarta.

 

Sambil melangkah pelan pelan, cari muda menemani ibu tua itu pulanh kegubuknya. Dia ini masih saja sesenggukan, sesekali menghapus air matanya.

Coba pikirkan , anak ku satu satunya … Sampai hatilah negara ini memperlakukan dia dan aku dengan cara beginj, apa kah ini bukan warga negara yang baik ? Apakah Aku tidak berhak mengetahui Pada waktu anaku meninggal agar aku masih bisa menghadiri setidaknya penguburannya?..

 

Dan dia sesnggukkan terus, carik muda kita masih binggung, membujuk dan menghibur seseorang yang tertimpa Kemalangan itu memperlihatkan suatu sikap yang sama sekali tidak mau tahu dengan segala persoalan dan kesulitan Negara yang berkembang, seperi negara kita sendiri.

Dan dalam briefing pak bupati terakhir yang dihadirinya di kabupaten bogor tentang pelaksanaan repelita, soal kemacetan prasarana seperti yang dialami ibu tua ini, tidak ada singgung singgung mau melengkapi sendiri dengan pedagang pedagang pribadinya sendiri, ehh takut kalau nanti malah tidak cocok dengan semangat dan jiwa replita sama sekali maklumlah dia cuma sampai kelas dua SGB saja, berhenti karena ayahnya meninggal, tidak mampu melanjutkan sekolahnya dan terpaksa kerja, kini sebagai carik muda , karena carik tua baru baru ini meninggal.

 

Inilah bu, persoalan prasarana….?
” ibu tua itu mendelik, matanya bundar menoleh padanya, sesengguknya berhenti,” apa , nak ?
Carik muda kita kager , wah ! Keluhan dalamnya ternyaa terlompat keluar terdengar oleh ibu tua itu..
” Anak bilang apa tadi ?”
Prasarana bu..” prasarana apa itu nak ?”..
Panik betul carikuda kita, dia sendiri tak tau apa arti kata itu seluruhnya, dari briefing bupati bogor terakhir, dia cuma duga arti prasarana adalah kira kira sama dengan hubungan tetapi bagaimana menerangkan pada ibu tua itu? Akankah seluruh briefinh pak bupati harus diulanginya kembali bagi dia ?”

 

Prasarana apa itu nak ?” carik muda lesu menggelengkan kepalanya , biarlah ibu tua ini mengganggapnya kurang sopan tetapi dia tidak akan Coba coba menerangkannya . Sambil memalingkan dirinya kearah matahari senja dibalik gunung salahmk , dia menarik napas panjang, langkahnya panjang panjang Mengantarnya pulang kepondoknya , dan dalam hatinya dia tak putus putusnya bertanya terus,” prsarana apakah itu ?..

Dongeng Anak Sri Rama Mencari Sita Dewi

Dongeng anak Sri Rama mencari dewi – Ketika sri rama dan saudaranya yang lebih muda laksamana tidak ada dirumah, sita dewi, istri sri rama, dilarikan oleh rawana, raja raksasa di langkaputri, melalui udara.

Sebermula maka sri rama dan laksamana pun pergilah mencari sita dewi. Maka ia pum berjalanlah didalam hutan rimba belantara. Beberapa lamanya berjalan itu, mereka itu tiada bertemu tempat bertanyakan warta sita dewi, maka dilihatnya ada seekor burung lanjan diatas pohon kayu dengan empat ekor burung betina, maka sri rama pun bertanya,” Hai burung, adakah engkau lihat istriku dilarikan orang?”.

Sahut burung jantan itu,” Engkaulah yang bernama sri rama ? Aku dengar masyur namamu laki laki dan gagah berani tiada berlawan ditengah medan peeprangan, akan binimu tiadalah terpelihara, perempuan seorang, lihatlah olehmu aku ini, empat ekor biniku lagi dapat aku pelihara, konon engkau manusia dua orang pula dengan saudaramu tiadalah dapar memeliharakan binimu seorang itu.”

 

Maka kata sri rama,” Hai burung jantan, tiadalah kasihmu akan daku melihat serupa ini, maka engkau barkata garang ini, aku pinta kepada dewata mulia raya, semoga moga binimu lenyap daripada mata engkau, tiadalah engkau lihat dia mampir dengan engkau.”

 

Maka dengan takdir dewata mulia raya, pada tatkala itu juga burung jantan itu pun butalah dari bininya yang empat ekor itu pun duduk disisinya,tiadalah dilihatnya lagi.

Maka sri rama dan laksamana pun berjalan jalanlah siang dan malam tidak berhenti lagi, Sri rama pun bertemulah dengan seekor bangau lagi minum air .

 

Sri rama pun bertanya kepada bangau itu, katanya,” Hai bangau, adakah engkau melihat biniku dilarikan orang ?”
Maka kata bangau itu,” ya tuanju sri rama hamba mencari makanan hamba dalam benua ini, maka hamba lihat bayang bayang pada danau ini, nyatalah maharaja rawana membawa perempuan itu, adapun kainnya itu kain keaumba warna kemas emsan. Tetapi perempuan mana hamva tidak tau, kenyataan kain parca itu digugurkannya kebumi.”

Yang ini cerita nya seru juga lho : Cerita rakyat asal usul ikan pesut

Maka kata sri rama ,” Barulah padamu aku mendengar Kabar berita sita dewi yang nyata, sekarang apa kehendakmu, hai bangau, supaya aku pepohonkan kepada dewata mulia raya.

Maka kata bangau,” ya tuanku, yang hamba pohonkan kepada tuan hamba supaya leher lehermu panjang itu , kalau kalau dijerat orang ?” tetapi barang pintamu itu kita pohonkan kepada dewata mulia raya “.

 

Sesudah ia meminta doa akan bangau itu, maka ia pun berjalanlah dengan laksamana. Sepeninggalan Sri rama dan laksamana itu datalah seorang kanak kanak kedanau itu hendak mengail. Maka dilihatnya leher bangau itu terlalu panjang seperti ular. Lalu dijeratnya dan dibawanya kepasar, hendak dijualnya, maka sri rama dan laksamana bertemu akan kanak kanak itu membawa burung bangau kata sri rama,” ini kanak kanak membawa seekor burung bangau.”

 

Maka kata laksamana, ” tiadakah tuan hamba kenali akan bangau ini ? Inilah bangau yang bertemu dengan kita dahulu, maka oleh sri rama lalu ditebusnya dengan sebentuk cicin daripada kanak kanak itu.

Kata sri rama kepada bangau itu, engkau pinta kepadaku dahulu itu hendaklah lehermu panjang, ini perolehanmu, pada hatiku baiklah engkau duduk bernaung pada suatu tempat disebuah benua, empat ekor burung betina sediakala mengantarkan makanan akan dikau, itulah kehendakku.

 

Kata bangau,” ya tuanku, hamba jujunglah perintah tuanku itu ” sesudah sri rama mintakan doa akan bangau itu, maka ia beserta laksamana berjalab kedalam hutan rimba.

Dongeng Anak Aku Ibu Tiri Cinderela

Dongeng anak Aku Ibu Tiri Cinderela – Betapa malangnya nasib ibu tiri, kisah cinderela dan sepatu kacanya , benar benar menghipnotis semua orang, kisahnya membekas dalam ingatan para remaja putri yang selalu menghayalkan pangeran berkuda putih dan gaun putih yang menjuntai .

Bagi anak anak, kisah cinderela meneror mereka tentang perlakuan ibu tiri dan bala kurawanya Alias anak anak sang ibu tiri yang kejam dan jahat , tentu saja, pandangan negatif ini membuat para janda yang akan menikah dengan duda beranak was was, khawatir akan penolakan anaknya akibat kisah ibu tiri dalam cinderela yang terlalu sepihak.
Oh, ya , perkenalkan aku ibu tiri cinderela, gadis yang kisahnya Tertanam dalam benak kalian, kuakui, kehidupanku yang miskin dengan dua putri kandungkulah yang mendorongku menikah dengan ayah cinderela. Ayah cinderela seorang duda kaya, tamoan sekaligus murah hati, toh pada akhirnya, aku jatuh cinta juga padanya.

Pertama bertemu cinderela, aku takjub dengan kecantikanya, ia benar bwnar cantik, dua putriku kalah cantiknya, setelah mengenal lebih jauh dan tinggal serumah, aku baru tau ia memiliki sindrom berlebih terhadap pekerjaan rumah tangga, ia sangat suka mencuci baju, baju seluruh pwnghuni rumah dicucinya meskipun sudah kularang karena kami punya tiga pembantu dirumah, ia ngotot mencuci semua baju kami, menyeterika dan menantanya dalam lemari.

Bagaimana lagi. Aku tak kuasa melaranynya, jika kularang ia akan menangis sepanjang makam diloteng, yang membuat para tetangga mengira aku berlaku amat kejam, hingga ia menangis, bahkan, ia akan marah kepada para pelayan jika mereka membantunya mencuci, padahal aku hanya ak ingin ia bekerja keras, apa boleh buat, kuijinkan ia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga.
Oh ya, tak benar juga jika aku mengusirnya dari kamar dan menyurihnya tinggal diloteng yang buruk, ia pindah keloteng sejak ibunya meninggal , sepertinya ia begitu sedih atas kematian ibunya, aku mengajaknya tinggal dikamarnya seperti biasa, tetapi ia menolak dan menyerahkan kamar mewahnya oada dua putriku. Ia juga memberikan gaun gaun mahalnya, sebagian dari beludru dan sutera untuk kedua putriku, aku tak bisa menolaknya, ia begitu pemurah seperti ayahnya.
Belum lama kami menikah , suamiku, ayah cindelarad meninggal dunia karena sakit jantung . Orang oranf mengira aku meracuninya agar mendapat harta warisannya, jahat sekali mereka, padahal aku sedniri amat merasa kehilangan suamiku untuk kedua kalinya, anak anakku juga merasakan hal yang sama, mereka begitu sedih kehilangan sosok ayah baru mereka.

Cinderela apalagi , ia teramat sedih sejak ayahnya meninggal. Ia sering migraine, sehingga mengonsumsi obat obatan sakit kepala secara beelebihan, suatu hari karena sakit kepala yang tak tertahankan, ia menghantamkan kepalanya ketembok. Akibatnya, otaknya mengalami keruskan, selain linglung ia seperti memilki sunia sendiri, dalam bahasa kalian, mungkin gejalanya seperti anak autis.

Tentang tikus tikus yang berubah menjadi kuda , percayalah, itu hal yang mustahil, pertama rumah kami begitu bersih dirawat, tak mungkin tikus, apalagi belang, kucing kami selalu mengintaimalam dengan matanya yang tajam. Kedua kani hidup dizaman moderen yang kepercayaan atas penyihir Masuk rumah kami untuk menyihir tikus dan labu. Itu semua hanyalah khayalan cinderela saja, sudah kubilang ia autis kan ? Dia memiliki dunia sendiri dan sukar diajak berkomnuikasi.

Labu kuning itu, tentu saja kami punya, ayaj cinderela punya pertanian sayur yang luas, labu salah satunya , Tapi tak asa salah satu pun labu yang menyerupai kereta , percayalah itu semua hanya khayalan cinderela , labu kami ukurnya normal seperti labu lainnya.

kami memeang pernah pergi kepesta undangan kerajaan ketika panggeran kerajaan sedang mencari calon permaisuri , awalnya cinderela Tak mau ikut kepesta, ia memilih duduk di loteng, akhirnya aku dan kedua putriku berangkat terlebih dahulu, tapi karena tak tenang, aku mengirimkan kereta kuda untuk menjemput cibderela dan mengantarkannya kepada seorang ahli Tata rias sebelum pesta, itulah mengapa ia terlambat kepesta, gaunnya, make up, bahkan sepatu kacanya adalah pemberianku, bukan bekas ibunya , gaun dan sepatu ibunya tenru saja sudah jadul dan aku tak rela cinderela terlihat norak , jadi bagaimana mungkin kalian mengira aku berlaku jahat padanya.
Saat pesta cinderela Pun menjadi pusat perhatian, ibu mana yang tak bangga karena nya, bahkan pangeran terang terangan mengajaknya berkenalan dan bermaksud meminangnya. Aku sungguh bahagia mendengarnya, oh ya karena keautisannya , ia juga alergi dengan bunyi bunyi an tertentu terutama lonceng ja berdetang jam 12 kali. Wajar saja ketika lonceng berdentang ia lari ketakutan , hingga lepas sepatu kacanya kemudian tergesa gesa pulang denga kereta kuda kami.

Akhirnya aku dan kedua putri ku pulang Kerumah dengan perjalan kaki , padahal hari telah larit saat itu, ketika sang panggeran mencari pemilik sepatu kaca, aku smagat yakin bahwa itu adalah milik cinderela. Karena aku yakin membelinnya , aku hapal warna dan bentuknya, namun karena sang pungawa kerajaan begitu lucu, kedua anakku dikerjainya dengan ikut mencoba Sepatu itu meski mereka tau Itu milik Cinderela.

Endingnya tentu kalian tau , cinderela mwnikah dengan panggeran dan tinggak diistana. Conderela memang mengajakku ikut tinggak diiatana , namun aku begitu menyukai rumah lama kami dengan halamannya yang luas , aku memilih tinggal dirumah lama bersama kedua putriku, beberaoa kali aku berkujung ke istana, namun kebiasaannya tetao tak hilang, hingga membuat panggeran binggung, iatinggak diloteng istana dan aangat suka bersih bersih , terakhir kudengar ia asyik membersihkan lumut lumut tembok istana lama pangeran .

Dongeng Anak Ronggeng Dukuh Paruk

Dongeng anak Ronggeng Dukuh Paruk – Malam terakhir di dukuh paruk, aku hampir gagal memejamkan mata hingga pagi hari, srintil mengiginkan agar aku tetap tinggal bersamanya di dukuh paruk, atau ia ikut bersamaku, pergi bergabung dengan kelonpok sersab slamet.

” Bila engkau ingin beryani, aku mampu membelu satu hektar sawah buat kau kerjakan. Bila kau ingin berdagang, akan kusediakan uang secukupnya,” pinta serintil ditengah malam yang sepi .”
“srin, aku belum berpikir sedemikian jauh, atau aku takkan pernah memikirkan hal semacam itu. Lagi pula aku masih teringat kata katamu dulu bahwa kau senang menjadi ronggeng” jawabku.” Ehh rasus, mengapa engaku mau mwngajukan permintaanku iru sekarang, dengar rasus aku akan berhenti menjadi ronggeng karena aku ingin menjadi istri seorang tentara,engkaulah orangnya.

Masih segudang alasan dan janji yang diucapkan srintil kepadaku. Sebagai laki laki usia dua puluh tahun, aku hampir dibuatnya menyerah, tetapi sebagai anak dukuh paruk yang telah tahu banyak akan dunia luar, aku mempunyai seribu alasan untuk menolak permintaan srintil. Seintil perempuan dukuh paruk. Permintaan srintil yang berlebihab pasti hanya didorong keinginan sesaat yang kebetulan sejalan dengan nalurinya sebagai perempuan.

Menjelang fajar tiba, kudengar burung sikatan mencecet dirumpun daun dibelakang rumah. Keletak keletik bunti bayi tetes embun yang jatuh menimpa daun kering. Kudengar dengung kumbang tahi yang kecil, rengek bayi tetabgga dan keributab kecik dikandang ayam. Keretak tahi kambing yang tercurah keatas geladak kandangnya, kekelepak sayap kampret diantara daun jambu disamping rumah .

Perlahan lahan aku bangun, lirih sekali aku tidak menghendaki terdengar derit pelepuh bambu yang dapat membangunkan srintil, dia masih tertidur lelap, seperti dahulu , serintil bertambah cantik dan teduh bila sedang tidur, dengan hati hati kubenahi kainnya yang acak acakan, ketika serintil menggelit, kuelus dia seperti aku mengelus anak kecil, tidak lama aku berdiri menatap ronggeng dukuh paruk itu, aku tidak ingin sesuatu yang berbau sentimentak menahan keberangkatanku.
Dibalik bilik kulihat nenek tidur miring dan agak melingkar , sinar pelita kecil kemungkinan aku melihat gerak paru parunya , pelan sekali. Ah nenek .

Mengapa bukan sejak dulu aku mencari gambar wajah emak Pada kerentaanmu? Oh tidaj .. Tidak . Aku sudah mendapat pelajaran, berusaha mencari gambaran emak yang selama ini kulakukan hanya membuahkan hasil keresahan. Kekliruan semacam itu tak pernah kuulangi.maka kutatap garis garis kerentaan pada wajah nenek secara damai, kemudian, kebawah bantal, kusisipkan semua uang yang ada disakuku.

Aku berbalik, tak kulupkan aku sudah menjadi tentara meski tanpa pangkat, jadi watak ragu harus kulenyapkan.
Selesai menggunakan pakaian seragam kusambar bedil yang tergantung diatas balai balai biliku, srintil masih lelap disana, tetapi aku hanya melihatnya sejenak,langit ditimur mulai benderang ketika aku melabgkah keluar , belum seorangpun di dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuni akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aju telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia telah merenggut srintil , dari tanganku, bahkan lebih dari itu, aku akn memberi kesempatab kepada pedukuhanku yang kecik itu kembali kepada keasliannya dengan menolak perkawinan yang ditawarkan srintik, aku memberi sesuatu yang paling berharag bagi dukuh paruk, ronggeng.

Dongeng Anak Asal Mula Nama Palembang

Dongeng anak Asal mula nama palembang – Pada zaman dahulu, daerah sumatera selatan dan sebagaian provinsi jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari bukit barisan, pegunungan sekitar gunung dempo, dan danau ranau mengalir di wilayah itu, maka wilayah itu dikenal dengan nama batanghari sembilan. Sungai besar yang mengalir diwilayah itu diantaranya sungai komering, sungai lematang,sungai ogan,sungai rawas,dan beberapa sungai yang bermuara disungai musi, palembang dan sungai musi banyuasin agak disebelah utara.
Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah jambi , sumatera selatan, sampai provinsi lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil, asal mula danau danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat saat pasang, sedangkan kota palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau sungai melayu, pulau kecil itu berupa yang diberi nama bukit segutang mahameru.

Keunikan tempat itu selain hutan rimbanya yang lebat dan banyaknya danau danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang dayangnya. Dewi itu disebut putri kahyang, sebenarnya, dia bernama putri ayu sundari. Dewi dan dayang dayangnya itu mendiami hutan rimba raya, lereng, dan puncak bukit barisan serta kepulauan yang sekarang dikenal dengan malaysia. Mereka gemar datang didaerah batanghari sembilan untuk bercengkrama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai,dan panjang.
Karena banyaknya sungai yang bermuara kelaut, maka pada zaman itu para pelayar mudah masuk melalui sungai sungai itu sampai kedalam , bahkan sampai kekaki pegunungan, yang ternyata daerah itu subur dan makmur. Maka terjadilah komunikasi antara para pedagang termasuk pedagang dari cina dengan penduduk setempat, daerah itu menjadi ramai oleh perdagangan antara penduduk setempat dengan pedagang. Akibatnya, dewi dewi dari kahyangan merasa terganggu dan mencari tempat lain.

Sementara itu, orang orang banyak datang disekitar sungai musi untuk membuat rumah di sana. Karena sumatra selatan merupakan dataran rendah, yang berawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.

Saat itu bukit seguntang mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh didaerah itu, sungai melayu tempat bukit seguntang mahameru berada juga menjadi terkenal.

Oleh karena itu, orang yang telah bermukim disungai melayu, terutama penduduk kota palembang , sekarang menamakan diri sebagai penduduk sungai melayu, yang kemudian berubah menjadi penduduk melayu.

Menurut bahasa melayu tua , kata lembang berarti daratan rendah yang banyak digenangi air , kadang tenggelam kadang kering , jadi penduduk dataran tinggi yang hendak kepalembang sering mengatakan akan kelembang .

Alkisah ketika putri ayu sundari dan pengiringnya masih berada dibukit seguntang mahameru ada sebuah kapal yang mengalami kecelakan dipantai sumatera selatan, tiga orang kakak betadik itu adalah putra raja iskandar zulkarnain. Mereka selamat dari kecelakan dan terdampar dibukit seguntang mahameru.

Mereka disambut putri ayu sundari, putra tertua raja iskandar zulkarnain, sang sapurba kemudian menikah dengan putri ayu sibdari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu, karena bukit seguntang mahameru berdiam disungai melayu, maka sang sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang melay Lanjutkan membaca “Dongeng Anak Asal Mula Nama Palembang”

Dongeng Anak Kisah Pilu Si Miskin Yang Serakah

Dongeng anak kisah pilu si miskin yang serakah – pada suatu pagi si miskin ingin berangkat melakukan rutin nitas setiap hari yaitu mencari ikan disebuah sungai.” mungkin mata air yang dimaksud si kakek, emm tidak ada siapa siapa kakek juga tidak ada , haaa…. Apa ini , seutas tali, tali apa ini ya, ambil tidak iya hemm….. Baiklah kepalang basah, uhhh…. Panjang sekali berat haaa….. Emas ….emasss….. Ternyata mimpi semalam benar ini hari keberuntunganku aku akan kaya ….kaya… Ha..ha…ha…ha…

Tanggung sedikit lagi aku akan kaya dan kapalnya lama lama akan tenggelam tetapi si miskin tidak menyadari hal itu, dan seekor burung pun berkicau kepadanya .” pak cukup nanti bapak akan celaka , burung jelek tidak usah ikut campur urusan orang dan si miskin terus menarik rantai emas itu, kalau begitu iya sudah resiko tanggung sendiri .” diamlah kau burung “.

Sebentar lagi aku akan kaya, dan tidak lama kemudian kapal itu pun tenggelam .” aduh bagaimana ini aku tenggelam tolong ….tolong……tolong….. Demikianlah si miski. Sangat menyesali perbuatannya seandainya dia tidak terlalu serakah tentu nasib akan berkata lain. Nasi sudah menjadi bubur karena keserakahannya si miskin tetap menjadi miskin .

Dongeng Anak Putri Pocahontas

Dongeng anak putri pocahontas – Pada zaman dahulu hiduplah seorang putri muda yang senang sekali berpetulangan bernama pocahontas dia senang sekali menjelajahi alam yang dianggap sebagai rumahnya sendiri.

Pocahontas dan temannya nahkoma menghabiskan berjam jam menjelajahi alam bersama mereka mendayung, menyusuri sungai dan sampan mereka mencintai keindahan alam bebas yang belum tersentuh manusia disekeliling mereka , pocahontas sangat pemeberani dia senang meloncat dari pucak terjun yang tinggi sang putri sangat menyukai petualangan kapan pun dia memilki masalah pocahontas akan beradaptasi dengan pohon ajaib bernama nenek kuilo disekelilingmu ada roh koda pohon ajaib mereka hidup dibumi, air , langit jika kamu mendengarkan mereka akan mendungimu ucap pohon bijak itu.

Kemudian saat pocahontas menatap dari atas puncak pohon dia melihat awan putih mengempul tapi awan itu tidak seperti telah dia lihat sebelumnya itu sebnarnya layar kapal yang sangt besar pocahontas mengawasi dari kejauhan kapal kapal itu, dia melihat banyak orang orang asing datang kepantai, orang orang yang berada dipantai itu adalah para pemburu emas mereka datang untuk mengambil alih tanah baru yang mereka datangi.

Tapi salah satu pendatang jhonsmit terlihat tampak baik dan lembut, pocahontas mengikutinya melewatu hutan sampai tiba tiba jonsmit melihatnya, meskipun pocahontas tau dia harus berhati hati terhadap orang asing pocahontas melangkah maju dan saat keduanya bertemu angin sepoi sepoi bertiup disekitar mereka, mereka tiba tiba mengerti bahasanya masing masing.

Meskipun mereka sangat berbeda pocahontas dan jhonsmit menjadi teman saat mereka menjelajahi alam pocahontas menunjukan pada jhonsmit apa yang telah diberikan pada nenek kuilo kepadanya, hal hal dialam semuanya terhubung dan semuannya adalah satu .

Ketika pocahontas memperkenalkan jhon kepada nenek kuilo jhon sangat terkejut, nenek kuilo mengatakan kepada pocahontas bahwa jhon memiliki jiwa yang baik jhon adalah pria yang dapat dipercaya oleh pocahontas .
Namun ketegangan terjadi diantara suku pocahontas dan pendatang kapal jhon kedua kelompok tidak saling percaya satu sama lain pocahontas mencoba mendorong ayahnya sang kepala suku untuk berbicara dengan para pendatang tapi sang ayah tidak mau mendengarnya.

Suatu malam jhon menemui pocahontas dirawa nenek klau dia ingin melindungi pocahontas suku sukunya keduanya bertemu dan mereka telah jatuh cinta, tapi saat mereka berpelukan para pejuang pocahontas tiba dan menangkap jhon tidak perduli apa pun yang terjadi jhonsmit berkata aku akan selalu bersamamu selamanya .

Keesokan harinnya Saat suku bersiap berperang para pendatang Pocahontas dengan berani menlangkah maju untuk mengatakkan kepada ayahnya bahwa ia mencintai jhonsmit, menyakiti jhonsmit akibatnya memulai peperangan dan akhirnya sang ayah mendengarkan putrinya dan membebaskan jhon perang pun tidak jadi dimulai, namun kondisi jhon saat ini terluka dia harus kembali kenegaranya untuk mendapatkan pengobatan seharusnya pocahontas ingin sekali pergi bersama jhon tapi dia tau bahwa sukunya membutuhkannya.” saya akan selalu bersamamu selamanya kata pocahontas saat memberikan pelukan selamat tinggal.”