Joko Tole

Joko Tole – Al kisah pada zaman dahulu kala tinggalah seorang pandai besi yang sangat tekenal bernama empu keleng, empu keleng mempunyai seorang anak angkat bernama joko tole, ayah kandungnya joko tole ini sebenarnya adalah seorang raja yang sedang bertapa ditempat lain.

Suatu hari raja majapahit bernama sri bagindabrawijaya memerintahkan empu keleng untuk membuat pintu gerbang besi yang besar dan meggah empu keleng pun segera berangkat kemajapahit. Sudah setahun empu keleng memperkerjakan pintu gerbang majapahit tetapi ternyata belum selsai selsai juga para pandai besi yang membantunya satu satu meninggalkan empu keleng sehingga membuatnya bekerja sendirian dan akibatnya ia jatuh sakut, berita sakitnya sang ayah angkat sampai juga ditelinga joko tole ia pun segera meninggalkan pekerjaannya dirumah lalu berangkat menyusul empu keleng dengan maksud untuk membantunya.

 

Setelah perjalanan melewati beberapa desa joko tole memasuki sebuah hutan yang sangat lebat, disitu ia bertemu seseorang yang dengan ramah menyapanya, joko tole anakku aku ayah kandungmu yang sedang bersemdi dihutan ini.” joko tole pun langsung bersejudu dihadapan ayah kandungnya tersebut, ayah joko tole menerangkan jika membangun pintu gerbang besi majapahit memang tidak mudah dan lama, ia memberi bunga hutan yang harus dimakan kelak jika dibutuhkan setelah tubuh joko tole dibakar akan keluar patri dari dalam pusarnya, bunga hutan itu diterima oleh joko tole dan dimakannya setelah itu joko tole meneruskan perjalanannya kali ini ia ditemani adiknya yang bernama agus wedi.

 

Namun dikerjakan gersik agus wedi berpisah dengan kakaknya dan kelak menikahi putri dari kerajaan itu sementara itu sri baginda brawijaya murka sebab pintu gerbang pesanan sebab pintu gerbang pesanannya tidak juga selesai, besok pagi pintu itu harus sudah selesai kalau tidak kalian semua harus menangung akibatnya.” ujar sang raja kepada seluruh pandai besi yang bekerja.

 

Mereka semuapun merasa ketakutan izinkan saya yang menyelesaikannya baginda baginda, tiba tiba joko tole berkata dan membuat kaget baginda dengan cara apa kamu menyelesaikannya tanya baginda tidak percaya, denga membakar tubuh saya baginda, semua orang yang ada disana kaget dan tidak percaya terlebih lagi empu keleng tapi joko tole berusaha meyakinkan mereka.

Akhirnya mereka semua percaya, menjelang tengah hari tubuh joko tole dibakar, ajaib dari dalam pusarnya keluarlah cairan putih yang bisa merekatkan dengan kuat bagian dari pintu gerbang tersebut, setelah selesai tubuh joko tole pun langsung direndam kedalam sebuah kolam.

 

Akhirnya pekerjaan itu selesai juga sri baginda brawijaya pun puas, adanya ia memberikan hadiah kepada seluruh pandai besi yang mengerjakannya termasuk kepada empu keleng dan joko tole, hadiah yang menjadi bagian joko tole ia persembahkan untuk ibunda tercinta hadiah itu dititipkan kepada empu keleng yang kembali kemadura sementara ia sendiri menetap dikerajaan majapahit yang kemudian diangkat menjadi panglima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *