Pencuri Prangko Ocsar

Pencuri Prangko Oscar – Oscar kebingunhan, ia membolak balik kedua album perangkonya. Di telitinya satu demi satu perangkonya. ” Hmm mungkin perangko itu terselip,” katanya dalam hati. Tapi bebrapa menit kemudian wajahnya tampak kecewa, nampaknya prangko itu benar benar hilang, prangko itu dari belanda, harganya satu gulden. Di prangko itu ada gambar deretan kincir angin ditengah taman tulip beraneka warna. Oscar mendapatkan prangko itu dari surat kiriman paman kemal, adik ayah yang tinggal dibelanda, oscar benar benar merasa sedih.

Bagaimana mungkin prangko itu bisa hilang ? Batin oscar, Apakah salah satu dari ketiga temannya telah mencuri Perangko itu ?.. Ah oscar merasa bersalah telah menuduh mereka .

 

Tadi siang disekolah, oscar, ranu, Doni dan Bobi sepakat untuk tukar menukar prangko koleksi mereka. Mereka sama sama mempunyai hobi mengoleksi prangko. Keesokan harinya, oscar menceritakan tentang prangkonya yang hilang kepada ketiga temannya. ” aku punya prangko seperti itu. Tanteku yang tinggak di amsterdam mengirimiku,” kata bobi. “ehm … Aku juga punya, tapi aku membelinya dipenjual prangko bekas didepan kantor pos lama sebarang pasar baru,”ranu menimpali. Oscar tambah menyesal, mengapa tidak teliti dalam mengurus prangkonya. Sepulang sekolah, Doni menghampirinya.

 

” sebenarnya aku ingat, yang punya prangko itu hanya dua orang. Tapi aku lupa dialbum siapa saja kulihat prangko itu. Sayang sekali, salah aatu dari teman kita telah mencuri darimu, kata doni.” tapi bagaimana kita membuktikannya ?. Tanya ocskar .” aku ada ide…” jawab doni. Doni ingin barter prangko lagi,maka ia menyuruh ketiga temannya untuk membawa album prangko lagi.

Tiba tiba doni berkata,” maafkan aku, bob. Tapi kau telah mencuri prangko ocsar!”. Semua terkejut. Bobi segera membantah dengan keras.” Enak saja kau menuduhku, Mana buktinya ?”
“katamu kemarin ,tentemu tinggal diAmsterdam. Tapi stempel prangko yang terbaca disini adalah ” tterdam”, kata doni sambil menunjukan tulisan stempel diatas prangko.

 

Semua bergantian melihatnya dengan teliti.” ocsar, dimana pamanmu tinggal ?” tanya doni.” Rotterdam.” jawab ocsar.” seperti yang kita tau, kata amsterdam hanya memilki satu t. Sedangkan rotterdam memilki 2 t. Bagaimana?” jelas doni dengan tenang. Bobi terdiam menunduk.” memang aku mencurinya, maafkan aku, ocsar ,” katanya pelan. Bobi menyerahkan prangki belanda itu pada ocsar.” ini ku kembalikan prangkomu….. Gambar prangko itu sangat bagus sehingga aku sanga ingin memilikinya, tapi aku yakin kau tidak mau menukarnya,” jelas bobi.

 

“sudah ,aku memaafkanmu.tapi kau jangan mencuri lagi . Kalau kau sangat menginginkannya, aku akan meminta paman kemal untuk mengirimkannya lagi. Bagaimana ?” ocsar menawarkan .” Bagaimana dengan aku? Aku juga mau !” doni teriak riang.” tentu saja . Agar menjadi kenang kenangan untuk kita ,” jawab ocsar.” tapi tunggu dulu , bob ! Mengapa kau tidak mengambil prangko ku saja ?” tabya ranu.” buat apa mengambik prangkomu? Warnanya saja sudah kusam,” jawab doni lagi.” ha…….ha……ha…… , semua twrtawa geliendengar jawaban doni.” awas kau, don!” kata ranu gemas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *