Tujuh Putri

Putri Tujuh – Kerajaan seri bunga tanjung diperintahkan oleh ratu sima, dia mempunyai tujuh orang putri cantik dan dikenal dengan sebutan putri tujuh, pada suatu hari ketuju putri mandi disungai tampa mereka sadari bahwa ada seseorang yang melihatnya .” siapa mereka akan aku kirim utusan untuk meminang putri yang paling cantik .” rupanya dia adalah panggeran empang kuala, putri yang tercantik adalah putri mayangsari, ia anak bungsu, yang seharusnya menikah dahulu itu adalah putri tertua .” tapi bagaimana ini ?” pinangaan pangeran empang kuala benar benar ditolak ratu sima.

” maaf panggeran ratu cik sima tak menerima pinangan panggeran . ” Apa !!!…… Panggeran siapkan pasukan kita serang kerajaan seri bunga tanjung, maka pertempuran anatara kedua kerajaan pun tak dapat terelakkan lagi pertempuran antara dua kerajaan itu berlangsung hingga berbulan bulan lamanya banyak korban tewas dari kedua pihak kerajaan .

Baca juga : Dongeng asal mula nagari minangkabau

Ratu cik sima segera menyembunyikan ketujuh putrinya disebuah gua dalam hutan suatu saat pasukan sang panggeran empang kuala beristirahat dan berlindung dibawah pohon bakau milir sungai umai, ketika hari menjelang malam tiba tiba pasukan pangeran emoang kuala tertimpa beribu ribu buah bakau yang jatuh dan menusuk sebagian pasukan itu .

 

Pangeran segera menyuruh sebagaian pasukan yang masih selamat pulang kekerajaan, ratu cik sima gembira mendengar kabar rombongan perang panggeran empang kuala yang pulang, keesokan harinya ratu cik sima segera pergi kegua tengah hutan untuk menjemput ketujuh putrinya, betapa terkejutnya ratu cik sima ketika mendapati ketujuh putrinya telah meninggal .

 

Sang ratu pun teringat bawah bekal makanan untuk ketujuh putrinya hanya cukup untuk tiga bulan, sementara peperangan terjadi hingga lebih dari tiga bulan, karena memikirkan tujuh putrinya yang meninggal, ratu cik sima jatih sakit dan tidak lama kemudian meninggal dunia, dengan cerita ini masyarakat dumai riau menyakini bahwa nama kota dumai diambil dari kata d’umai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *