Legenda Ikan Patin

Legenda ikan patin – Pada zaman dahulu kala di tanah melayu hiduplah seorang nelayan tua bernama awang gading ia tinggal seorang diri ditepi sungai pekerjaannya sehari hari adalah menangkap ikan dan terkadang pergi kehutan untuk mencari kayu, air pesang telang kelsang air surut telang keperut rengutlah biar putus jangan rambut, itu adalah kata yang Ia sering ucapkan sewaktu sedang memancing ikan.

Suatu hari diwaktu ia sedang memancing dan tidak menemukan seekor ikan sama sekali diwaktu perjalanan pulang ia bertemu dengan seorang bayi yang sedang menangis karena rasa penasaran ia mencari dari mana suara itu berasal tak lama mencari ia pun menemukan bayi perempuan yang tergolek diatas batu tampannya bayi ini baru saja dilahirkan oleh ibunya karena rasa iba dibawanya bayi itu pulang kerumahnya sesampainya dirumahnya awang gading memberi nama bayi itu dayang kumuna dengan bahagia awang gading menimang nimang bayi itu.

baca juga : pak pandir dan mak andeh

Ia berjanji akan berkerja lebih giat lagi awang gading juga membekali dayang kumuna berbagai ilmu pengetahuan dan pelajaran budi pekerti setiap hari juga ia mengajak dayang kumuna pergi mengail atauemcari kayu dihutan untuk mengenal kehidupan alam lebih dekat .
Waktu terus berjalan dayang kumuna tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan berbudi pekerti luhur ia juga sangat rajin membantu ayahnya namun sayang dayang kumuna tidak pernah tertawa .

Suatu hari seorang pemuda kaya yang tampan kebetulan lewat didepan rumah dayang kumuna,pemuda itu bernama awang usok langsung jatuh hati padanya dan berniat untuk segera meminangnya, beberapa hari kemudian awang usok meminang dayang kumunah pada awang gading setelah dayang kumunah berpikir beberapa lama ia menerima pinangan awang usok dengan syarat jangan pernah meminta saya untuk tertawa, awang usok menyanggupi syarat yang diajukan dayang kumunah tersebut.

pernikahan pun dilangsungkan tetapi terjadi sebuah kejadian yang kurang bahagia setelah pernikahan tersebut awang gading meninggal dunia karena sakit, peristiwa itu membuat hati dayang kumunah sedih hingga berbulan bulan untungnya kesedihan itu segera terobati dengan kelahiran anak anaknya yang berjumblah 5 orang namun awang usok merasa tidak bahagia karena bElum melihat dayang kumunah tertawa sejak pertemuan pertama kali istri awang usok belum pernag tertawa sama sekali.

 

Disuatu sore dayang kumunah bersama sama keluarganya sedang ada diteras rumah mereka beecanda ria dan semua anggota keluarga tertawa bahagia kecuali dayang kumunah , pada saat itu awang usok mendesaj awang kumunah ikut tertawa akhirnya ia pun tertawa pada saat itulah muncul ingsang ikan di mulutnya dayang kumunah segera berlari kearah sungai dan berubah menjadi ikan, awang usok menyesali karena telah mendesak istrinya untuk tertawa tetapi semua sudah terlambat, ikan dengan bentuk badan cantik dan putih mengkilap tanpa sisik ini lah yang orang orang sebut sebagai ikan patin, sebelum masuk kesungai dayang kumunah berpesan kepada suaminya, kanda peliharalah anak kita dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *