Asal Usul Kisah Telaga Warna

Asal usul kisah telaga warna  РDikisahkan dijawa barat terdapat kerajaan subur dan makmur bernama kuta tangehan kerajaan itu dipimpin oleh seorang prabu yang bijaksana bernama prabu suartalaya ia mempunyai istri yang cantik berbama ratu purba manah, prabu dan ratu sangatlah dekat dengan rakyatnya mereka saling berkeliling keseluruh negeri untuk melihat Rakyatnya, walaupun terlihat bahagia Namun sebenarnya sang ratu memedam kesedihan .

Suatu malam sang ratu temenung dibalik jendela wajahnya nampak begitu murung.” istriku kau nampak begitu murung. ” oh kakanda apa yang membuatmu murung wahai istriku.” mengapa kita belum juga diberi momongan harus berapa lama lagi kita menunggu aku sudah putus asa kanda.”sabarlah istriku .”

Suatu hari patih kerajaan mencoba memberikan saran.” baginda ratu bagaimana kalau mencoba untuk mengangkat anak.” tidak patih aku ingin anakku sendiri.” tidak tega melihat istrinya terus memurung dan bersedih sang prabu pergi menuju ketengah hutan yang lebat dan gelap didalam hutan ia bersemedi untuk memohon petunjuk Kepada sang kuasa ia terus berdoa agar lekas diberi kerurunan ia pantang menyerah untuk terus berdoa hingga akhirnya ia merasa doanya akan dikabulkan oleh sang kuasa.

Benar saja selang beberapa hari sang ratu hamil dan melahirkan seorang anak gadis bayi munyil yang cantik diberi nama gilang rukmini, prabu dan ratu sungguh sangat senang begitu pula dengan para rakyatnya tidak terasa waktu cepat berlalu gilang rukmini tumbuh menjadi gadis yang cantik, sayangnya gilang rukmini tumbuh menjadi anak anak yang manja.

Hari berlalu sang patih mengumumkan bahwa putri sebentar lagi berumur 17 tahun rakyat berbindong- bondong keisitana untuk memberi hadiah, raja menyimpan semua hadiah itu disebuah ruangan sewaktu waktu ia bisa menggunakan untuk kepetingan rakyat ia hanya mengambik beberapa permata yang bagud , prabu pun membawa permata itu ke seorang pengrajin perhiasan untuk dibuatkan kalung yang paling bagus senegeri ini.

Hari yang dinantikan pun tiba rakyat telah berkumpul dihalaman istana mereka semakin riuh ketika tuan putri naik keatas panggung mereka menyambut hangat kedatangan tuan putri , raja pun memberikan hadiah kalung pemata itu kepada putrinya Sebagai hadiah ulang tahun , ” kalung ini pemberiaan dari orang orang diseluruh penjuru negeri sangat indah bukan .” kenapa ayah memberikan aku kalung jelek seperti ini permatanya kecil rantainya juga terlihat murah, aku tidak suka .” haaa…… Kalungnya !!… ” kalung pemberian prabu hancur terurai ditanah perbuatan putri yang membuat kalung itu sangat mengagetkan semua orang terutama sang ratu, ia merasa begitu kecewa melihat putrinya, airmata pun menetes dari matanya , melihat ratu menangis seluruh rakyat turut menangis air mata mereka membajiri istana bumi seakan ikut merasakan kesedihan, keluarlah mata air yang besar seluruh kerajaan pun tengelam dan brrubah menjadi danau danau itu sangat cantik warna airnya berbeda beda , menurut cerita warna air itu berasal dari kalung permata sang putri , danau ini dekarang dikenal sebagai telaga warna karna memiliki warna yang berbeda beda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *