Cerita motivasi islami Unta dan Nabi Sholeh as

Cerita motivasi islami tentang dakwah seekor unta terhadap kaum nabi sholeh yang durhakan pada Allah swt. Cerita motivasi ini berisi kaidah pembelajaran islami guna menjadi acuan untuk hidup lebih baik.

Cerita motivasi islami –  setiap nabi dan Rasul di utus oleh Allah kemuka bumi ini dengan membawa keistimewaan sendiri-sendiri.keistimewaan itu sendiri akan mambawa keajaiban-keajaiban yang biasa disebut dengan mukjizat. dimana Mukjizat tersebut akan memperkuat hujjah para nabi dan rasul Allah dalam dakwahnya.  Demikian pula pula yang terjadi pada nabi shalih as, Allah pun melengkapinya dengan mukjizat-mukjizat.

Nabi shalih as adalah seorang Nabi yang diutus kepada umat yang cerdas pikiran dan otaknya. Namun kecerdasan otak mereka tanpa dibarengi dengan tafakur, merenungi kekuasaan Allah. Kecerdasan otak umat nabi shalih justru dibuat untuk membantah apa yang disampaikan nabi shalih tentang kebenaran tuhan. Karena itulah Allah Swt mengirimkan anak unta kepada nabi shalih untuk memperkuat hujjahnya.

Tentang asal-usul anak unta itu sendiri bermula ketika nabi shalih mengabarkan kepada kaumnya tentang akan lahirnya Seorang anak pada zaman ini,  kelahiran anak tersebut nantinya akan jadi sebab hancurnya kaum yang tidak beriman.

Akhrinya berkumpullah para pembesar kaum setempat untuk mengadakan musyawarah guna menanggapi berita dari nabi shalih. Setelah bermusyawarah, maka tercapailah satu kesepakatan. Kemudian mereka berkata. “kami akan menjauhi istri-istri kami, sedangkan bagi wanita yang sudah terlanjur hamil anaknya kelak harus dibunuh, jika bayi yang lahir laki-laki.

Pada waktu itu, mereka benar-benar melakukan pembunuhan anak laki-laki secara besar-besaran, tetapi ada seorang wanita yang melahirkan anak lelaki,  luput dari pengawasan mereka sehingga bayi yang dilahirkan itu selamat dari pembunuhan itu, bayi tadi diberi nama Qadar.

Pada waktu itu ada 9 golongan yang melakukan pembunuhan Besar-besaran terhadap anaknya,  mereka mengetahui adanya Qadar setelah ia menginjak dewasa,  mereka akhirnya menyesal melakukan pembunuhan bayi, mereka beranggapan bahwa nabi shalih adalah pendusta.  Yang suka menebarkan isu kebohongan,  oleh karena itu mereka mengadakan suatau musyawarah Unutuk mengatur untuk membunuh nabi shalih.

Dikota kaum nabi shalih terdapat 9 golongan yang selalu melakukan kerusakan dimuka bumi, dan diantara mereka tidak ada yang berbuat baik, mereka mengatakan. ” kami akan pergi kesuatu negeri,lalu kami kembali dengan menyamar, kemu 1st ian membunuh shalih sehingga orang banyak tidak menegtahui,  siapa pembunuh shalih yang sebenarnya.

Mereka juga mengadakan sumoah didepan kerabat-rabat nabi shalih. “Demi Allah, kami akan membunuh shalih”. Pada saat itu  Qadar sudah berumur 15 tahun, ketika kaum nabi shalih sedang minum-minuman khamer,  pada saat sama mereka sedang membutuhkan air, padahal saat itu air telaga khusus diperutukkan bagi unta nabi shalih.

Orang-orang lain tidak boleh mengambilnya, mereka terus mencari-cari air, ditempat-tempat lain.  Tetapi tetap saja tidak menemukannya, akhirnya berdirilah Qadar dihadapan orang banyak yang sedang mabuk seraya berkata. ” aku punya pendapat,  bagai mana kalau aku saja yang membunuh untanya nabi shalih karena kita dalam keadaan kesulitan air.

Dengan hati yang penuh kegelapan,  usulan Qadar ini langsung disetujui oleh semua orang yang hadir ditemoat tersebut,  seraya mengatakan. ” ini pendapat yang benar! “.

Kemudian keluarlah Qadar denga menghunus pedang nya,  ia bersembunyi dibalik batu gunung untuk mengintai untanya nabi shalih, ketika unta nabi shalih dan anaknya sudah kembali dari telaga,Qadar bersiap-siap menangkapnya,  pada saat unta itu sudah dekat dari tempat persembunyiannta, Qadar labgsubg menagkapnya dan membunuhnya Seketika,  mengetahiu iduknya dibunuh maka anak itu lalu melarikan diri menuju kearah gunung dimana induknya dulu keluar dulu keluar dari gunung tersebut,  setelah anak unta berada didekat gunung,  tiba-tiba gunung itu pecah(terbuka) berkat kekuasaan Allah, kemudian anak unta tadi langsung masuk kedalamnya.

Tatkala nabi shalih mengetahui untanya dibunuh oleh kaumnya,  ia berkata:” sekarang bersenang-srnanglah kalian dirumah selama tiga hari, sebab akan datang pada kalian siksa yang amat pedih. Adapun tanda turunnya siksa tersebut adalah: pada hati pertama wajah kalian akan tampak merah, pada hari kedua menjadi kuning dan pada hari ketiga wajah kalian akan menjadi hitam.

Ketika kaum nabi shalih mengetahui tanda-tanda tersebut,  mereka berkata:’ kami akan membunuh shalih sebagaimana kami membunuh untanya.” lalu mereka ranai-ramai menuju rumah nabi shalih,  pada saat itu adalah hari rabu,  kemudiab datanglah jibril dengan memefang dinding negeri tersebut Dan mengoNcanggkannya disertai dengan sekali teriakan,  akhirnya mereka mati semua.

Allah lah yang mengeluarkan unta itu dari dalam gunung berkat doanya nabi shalih.  Allah adalah Dzat yang maha kuasa,  Allah juga mampu apabila menyelamatkan unta tersebut dari pembunuhan orang kafir,  tetapi allah membiarkan nya agar mereka membunuhnya, kepada kaum muslimin yang berseduh atas terbunuhnya unta itu.
Maka Allah akan memberikan pahala sedangkan orang kafir yang merasa gembira atas terbunuhnya unta tersebut,  maka mereka akan memperoleh siksaan yang amat pedih.

Sebenarnya jika kaum nabi shalih benar-benar bisa menggunakan kecerdasannya,  maka mereka akan merenungkan kejadian, dimana anak unta nabi shalih bisa masuk kedalam gunung yang tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, dan seharusnya mereka berfikir bahwa itulah kekuasaan Allah yang terjadi melalui dakwah anak unta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *