Kisah Nyata Islami Terbaru Ular dan Nabi Musa as

Banyak sekali kisah nyata islami yang menginspirasi saat dibaca, salah satu nya kisah islami yang benar benar nyata terjadi dijaman nabi Musa as berikut ini .

Kisah nyata islami – Kisah ular memakan ular ini adalah usaha fir’aun dalam memperdaya nabi musa as, peristiwa ini terjadi pada hari sabtu,  sebagaimana yang dijelaskan oleh allah dalam firmannya.
” Maka himpunlah segala daya(sihir) kamu sekalian Kemudian datanglah Dengan  berbaris.”surat Thoha:64)

Fir’aun berkata kepada Haman,  orang kepercayaan nya, ” pergilah engkau dari sisiku Belajarlah ilmu sihir, setelah pandai kembalilah kepadaku sebab aku akan mengumpulkan beberapa tukang sihir yang handal sebanyak 70.000 orang aku akan menunjukkan kehebatan tukang sihir yang aku miliki dihadapan orang banyak termasuk nabi musa as, agar mereka sama takut kepadaku!.

Pada hari dan tempat yang sudah ditentukan berkumpullah para tukang sihir Fir’aun yang jumblahnya puluhan ribu untuk mengadu kesaktian dengan nabi musa as, peristiwa ini disaksikan oleh rakyat mesir yang jumblahnya ratusan ribu.

Mereka datang berbondong-bondong Kelapangan yang sangat luas yang telah disiapkan pleh fir’aun.  Tujuan utama adu kesaktian ini adalah untuk mempermalukan nabi musa as dan menghina Tuhannya.

Untuk menunjukan Kehebatannya, para tukang sihir fir’aun yang jumblahnya puluhan ribu itu langsung melempar Ribuan tambang ketengah lapangan, dalam waktu sekejap ribuan tambang yang dilemparkan itu berubah menjadi ular yang sangat ganas yang berjalan kearah nabi musa untuk mematuknya,  peristiwa iti sempat menakutkan hati nabi musa as,  lantas allah berfirman kepadanya:

” janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul(menang )”.( surat thoha:68).

Begitu juga kaun mukminin tidak perlu takut disaat malaikat maut mencabut ruhnya,  pada pada saat iti iblis laknatullah berusaha sekuat tenanag untuk melepaskan iman si mikmin.

Maka dalam saat yabg kritis itu orang mukmin tidak perlu takut,  sebab para malaikat juga ikut turun untuk memberikan kabar gembira, seraya berkata:”janganlah kalian takut san jangan pula bersedih hati aku akan mengembirakan kepada mu Dengan surga yang dijanjikan kepadamu”.

Kami kembali kecerita semula, kemudian Allah ta’ala berfirman kepada nabi musa as:
Dan lemparkanlah apa yang ada ditanganmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat.. (surat thoha:69)

Artinya wahai musa, sesungguhnya para tukang sihir itu telah menjatuhkan tali dan tongkatnya hingga menjadi ular yang banyak, kamu melihat pwristiwa itu bagaikan kejadian yang luar biada,  sekarang lemperkan lah tongkat yang ada ditangan kananmu itu, kamu akn melihat tuhanmu yang maha mendahului menunjukan kekuasannya dan keperkasaannya dihadapan mereka.

Akhirnya nabi musa as melemparkan tongkatnya,  tiba-tiba tongkat yang dilemparkannya itu menjadi ular yang sangat besar,  ular besar itu lalu memakan ular bikinan Tukang sihir Sampai habis,  setelah itu,  ular besar bikinan nabi musa as mendekati orang kafir yang menyaksikan perisTiwa tersebut ,hingga mereka lari terpontang-panting dan banyak dari mereka yang mati ketakutan,  jumblah mereka yang mati ini tidak terhitung banyaknya, hanya Allah lah yang mengethui jumblahnya.

Kemudian ular nabi musa mendekati fir’aun yang sedang duduk disinggasananya,  disaat itulah fir’aun bwrteriak-teriak minta pertolongan, seraya mengucapakan :” wahai musa tolong lah aku…

Wahai musa tolonglah aku….  Nabi musa lalu memegang tongkatnya yang menjadi ular.  Pada saat sekejap saja ular yang besar itu sudah berubah menjadi tongkat sebagaimana bentuk aslinya.

Ketika para tulang sihir fir’aun melihat peristiwa tersebut mereka lalu bersujud seraya berkata:” kami sekarang bwriman kepada tuhan senesta alam, yaitu tuhan nya nabi musa dan nabi Harun.” maka allah memvukakan hijab nya bumi dari mata mereka,  sehingga mereka dapat melihat isi bumi didalam sujudnya,  ketika mereka mengangkat kepalanya dn melihat kearah langit, mereka bisa melihat Arasy sehingga timbulah dihati mereka rasa kerinduan ingin bertemu Allah.

Fir’aun lantas berkata keapada para tukang sihir yang beriman kepada nabi Musa:” kalian telah beriman kepada nabi musa sebelum aku mengizinkan kepada kalian,  kalian menganggap nabi musa adalah orang yang lebih besar dari pada diri kalian dan orang yang mengajarkan sihir pada kalian.
Jika kalian tetap beriman kepada musa, maka aku pasti akan memotong tangan dan kaki kalian dalam bentuk silang,  kemudian aku akan menyalip kalian diatas kayu kurma.

Mendengar ancaman fir’aun tersebut para tukang sihir berkata:” wahai fir’aun. Kami tidak takut dengan ancamanmu itu,  engkau adalah orang yang berkuasa yang bisa memotong-motong kedua tangab kami,  tetapi engkau tidak akan mampu memotong ma’rifat keimanan yang ada dalam hati kami.

Sesungguhnya para tukang sihir fir’aun itu berada dalam kekufuran dan penghianatan,  mereka sudah bersumpah setia demi kemulyaan fir’aun dan ingin melawan mukjizat nabi musa, akan tetapi tatkala mereka melakukan sujud dengan sekali sujudan,  maka Allah Azza wa jalla mengangkat hijab langit dan bumi,  serta memulyakan mereka sebab keimanan nya. Allah juga menjadikan mereka sebagai kekasihnya dan aulia’nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *