Dongeng Islam Anak Tentang Burung Ababil Hancurkan Tentara Abrahah

Kumpulan cerita dongeng islam untuk anak , cerita islam, kisam islami dari berbagai pelosok negeri kami sajikan dalam cerita dongeng islam anak secara lengkap dan up to date.

Dongeng Islam anak – Kejadian inji cukup mengemparkan dunia dan sangat mencengangkan,  betapa tidak, pasukan abrahah yang gagah berani yang hendak menghancurkan ka’bah tanpa ada perlawanan dari penduduk setempat tiba-tiba lumpuh total,  bahkan tidak sedikit yang mati berserakan

Dikisahkan di negeri yaman ada seorang gubernur pada zaman romawi, namanya abrahah Al-ajram dari suku Habsi(Etopia).Abrahah ini termasuk salah seorang gubernur yang disegani oleh rakyatnya,  disamping itu dia juga sebagai panglima perang irbath yabg ternama,  kehebatannya dan keperkasaannya dimedan Perang banyak Ditakuti oleh lawan-lawan nya

Setelah dia dapat menaklukan yan dibawah kekuasaan Habsi,  maka sikap Abrahah semakin sombong dan angkuh,  orang-orang arab yang kalah dihinanya,  dan banyak bangsa-bangsa arab yang dijadikan budak,  wanita-wanita banyak dirampas kehormatanNya dengan paksa,  benteng-benteng pertahanan orang arab diruntuhkan dan diratakan dengan tanah,  seperti bentwng saljik, sun dan Gamdan.

Kebiadaban abrahah dan tentaranya semakin menjadi-jadi, karena mereka tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari penduduk setempat, maka cara memerintahkan Abrahah dinegri yaman adalah dengan sewe nang -wenang.

Karena abrahah ini, penganut kristen yang fanatik mendirikan subauh gereja,  di san’ak,  itu pun atas petunjuk dab arahan Abrahah,  gereja tersebut diberi nama “QALIS” konon menurut ibnu khaldu,  jarang sekali terdapat gereja yang secantik dan seindah Qalis yang didirikan oleh abrahah. Setelah pembangunan gereja yang memakan biaya banyak Itu selesai,  dia berkirim surat pada Negus dan kaisar Romawi,  dengan menyatakan bahwa hatinya belum merasa puas sebelum seluruh bangsa arab memalingkan hajinya keGereja Qalis. Rupanya Abrahah ingin menandingi bangunan ka’bah yang sudah beratus ratus tahun menjadi tempat suci dan hajinya bnagsa arab.

Berita pengiriman suart Abrahah kepada Negus kaisar Romawi,  akhirnya bocor sampai kebangsa arab,  maka para pemimpin bangsa arrab menjadi murka,  mereka merasa tersinggung oleh ulah abrahah yang dipandang nya sudah kelewatan batas dalam kedzalimannya terhadap bangsa arab yabg dijajahnya.

Kemudian seorang kepala BAni fuqaim kapala bani malik datang ke yaman sebgaja kegereja Qalis,  setelah tiba digereja,  keduanya mengotori gereja tersebut dengan sekehendak hatinya. pengotoran Gereja tersebut sampai keAbrahah,  dan dikatakan bahwa yang mengotori gereja Qalis adalah orang-orang yang datang dari Mekkah,  yaitu kota suci yang disanjung dan disucikan oleh bangsa arab sebagai tempat haji.

Mendengar kabar itu, Abraha sangat marah dirinya merasa sangat dilecehkan dan kehormatnya nya sudah diinjak-injakokeh bangsa arab,  dan dia bersumpah hendak pergi kemekah hedak menhancurkan ka’bah.kemudian di mengeluarkan ultimatum pada penduduk setempat agar jangan sekali-kali pergi haji kemekkah. Sebagai pengantinya cukup kegerja Qalis saja.  Abrahah lalu memerintahkan sesorang untuk menyampaikan laranganya pada penduduk kinanah, sebelum pesuruh abrahah ini sampai ditempat tujuan,  ia dipanah oleh pemanah Gelap hingga tewas .

Peristiwa terbunuhnya pesuruh Arbahah lagi-lagi membuat dia marah besar,  dirinya merasa dihina lagi oleh bangsa arab. Dengan diliputi oleh perasaan emosional,  Abrahah langsung mempersiapkan beribu-ribu pasukan nya untuk menghancurkan ka’bah. Dan ia sendiri dengan kebesarannya duduk mengendarai gajah,  memimpin pasukannya.

Ditengah perjalnan,  Abrahah dihadang oleh Bangsawan arab Himyar yang bernama zu nafar.  Nafar sengaja datang untuk menghadang Abrahah sekaligus mengagalkan niat busuknya untuk menghancurkan ka’bah.  Tetapi tentu saja dengan mudah sekali Nafar ditawan oleh pasukan Abrahah. Sebagai tawanan nafar tetapi dibiarkan hidup dan di pergunakan Sebagai penunjuk jalan menuju makkah.

Menurut ibnu ishaq ketika abrahah dan pasukannya sampai di tha’if,  mereka disambut oleh mas’ud bin ma’thab yang disertai beberapa pemuka daerah tsaqif, mereka semua Menyatakan tunduk dan patuh pada abrahah dan mau memabantu abrahah untuk menunjukan jalan menuju kemekkah.

tetapi ketika diperjalnan sampai disuatu tempat antara ta’fah dan mekkah Regal meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan ditempat itu juga,  selanjutnya makam itu menjadi ajang tempat pelemoaran bantu bagi masayarakat arab yang melewati makam regal,  karena dianggap orang arab yang berkhianat sebab membantu abrahah yang berbuat kedzaliman , hal ini berlabgsung hingga berpuluh puluh tahun lamanya.

Setelah mendekti kota mekkah Abaraha menyuruh pasukan berkuda untuk merampas harta benda penduduk setempat, dalam aksi perampasan ini,  200 unta milik abdul muthalib ikut dirampas, kecerobohan ini membuat masyarakat mekkah marah dan hendak melawan,  akan tetapi setelah melihat sendiri kekuatan pasukan Abraha,  keinginan mereka surut dengan sendirinya.

Sebelum benar-benar memasuki mekkah,  Abrahah memerintahkan pada Hanathah(seorang bangsawan Himyar),  datang kemekkah untuk memberitahunkan kepada penduduk Quemraisy Tentang maksud kedatangan abrahah dan pasukannya yang akan penghancurkan ka’bah, beliau juga berpesan jika ada pendusuk mekkah yanf melawan atau menghalangi maksudnya maka mereka akan dihancurkan pula bersama ka’bah.

Pesan Abrahah ini disampaikan kepada Abdul Muthalid yang menjadi kepala suku Quraisy, maka Abdul muthalib menjawab dengan tenang bahwa dirinya tidak ada niat untuk menghalangi atau melawan pasukan abrahah.

Selanjutnya Hanathah membawa Abdul muthalib untuk menghadap abrahah ditengah jalan abdul muthalib bertemu dengan seorang bangsawan, zu nafar namanya,  yang menjadi tawanan abrahah,  kenudian zu nafar membawa abdul muthlib kepada seorang pawang Gajah yang sengaja dibawa oleh abrahah untuk menghancurkan ka’bah,  melalui pawang ini lah  abdul muthalib dipertemukan dengan abrahah. Disaat abrahah melihat abdul mutahlib datang mengahadap dirinya,  abrahah langsung turun dari gajahnya demi menghormati abdul muthalib.  Lalu abrahah mengajak abdul muthalib duduk bersama-sama dalam satu hamparan ( kalau istilah sekarang diatas hamparan karpet).

Pada saat itulah abdul muthalib menanyakan tentang 200 ekor untanya yang dirampas oleh pasukan abrahah . Pertanyaan abdul muthalib itu membuat abrahah terkejut dan tidak diduga sebelumnya,  selanjutnya ia bertanya. ” kenapa engkau menanyakan untamu yang hanya 200 ekor itu?…  Apakah tidak sebaiknya kau tanyakan tetang maksud kedatangan ku kesini,  yang hendak menghancurkan ka’bah. Yang sudah beradab-adab disucikan oleh agamamu dan nenek moyangmu?

Abdul muthalib menjawab. ” aku ini adalah orang yang memPunyai Unta,  adapun ka’bah ini sudah sudah ada yang menpunyai ,yaitu allah,  termasuk yang mengurusnya.

Akhirnya unta yabg dirampas oleh pasukan arabahah dikembalikan lagi kepada abdul muthalib , setelah pertemuan ini selsai abrahah langsung menyiapkan pasukan untuk segera berangkat memasuki Kota mekkah untuk menhacurkan ka’bah.

Belum sempat pasukan itu mendekat ka’bah tiba-tiba datanglah rombongab burung yang jumblahnya ribuan ekor,  burung-burung datang dengan membawa kuman penyakit cacar Yang sangat ganas, kuman-kuman tersebut Melalui batu-batu kecil yang dibawanya,  dalam beberapa Saat saja Seluruh pasukan Abrahah sudah terjangkit penyakit Cacaryang amat ganas,  belum lagi disertai udara padang pasir yang sangat menyengat Panasnya, Sehingga banyak tentara abrahah yang tewas, tidak dapat menghindar dari penyakit ganas tersebut.

Dalam tafsir jalalain disebutkan : bahwa setiap kerikil yang dibawa oleh burung itu sudah tertulis nama orang yang hendak dijatuhi kerikil tersebut yang besarnya sebesar kacang kedele, kerikil ini mampu merobek tameng baja,  merobek kepala manusia dan gajah hingga tembus ke bumi peristiwa itu terjadi pada tahun kelahiran Rasulullah saw.

Akhirnya tentara abrahah banyak yang terjungkal Terkapar mati terserang pentakit cacar yang sangat ganas,  rencana mereka untuk menghancurkan ka’bah gagal total, bahkan dirinyalah yang hancur.

Dengan sisa-sisa tentara yang ada abrahah kembali pulang kenegerinya, dengan memikul rasa malu dan kejengkelan hati yang amat pedih, sedangkan kekayaannya yang banyak dibawanya ditinggalkan begitu saja dimekkah.  Tidak lama setelah sampai di san”ak ,raja yang sombong itu meninggal.

Sebagian ahli sejarah mengatakan bawah meninggalnya abrahah karena malu yang amat dalam ada juga yang berpendapat bahwa meninggalnya abraha karena diserang penyakit cacar yang dibawanya dari mekkah.

Lalu abdul muthalib membagi-bagikan kekayaan yang ditinggalkan oleh pasukan abrahah kepada penduduk negeri mekkah dengan cara yang adil.  Barang tinggalan pasukan abrahah dianggap sebagai karunia Allah yang melimpah ruah yang diberikan kepada negeri setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *