Dongeng Si Kancil

Dongeng si kancil adalah cerita rakyat asal jawa yang sangat baik untuk dijadikan bahan bacaan bagi anak anak, karena dongeng si kancil memiliki pesan pesan mendidik berupa nilai nilai pendidikan sarat makna.

Dongeng si kancil – Chandrakirana gadis yang cantik. Baik budi pekertinya.  Persaannya halus,  dan hatinya lembut, disukai semua orang.

Sementara itu Dewi Ajeng putri permaisuri yang baru. Wajah nya juga cantik tapi masih lebih cantik dan lembut wajah nya candrakirana. Ada bayangan watak kejam dan kaku pada diri dewi ajeng.
Raja panjalu sudah merencanakan akan menjodohkan chandrakirana dengan inu kertapatih dari kerajaan jengala.

Sebulan yang lalu Raden inu kertapati telah berkunjung keDaha. Ia sudah melihay dan berkenalan dengan chandetakirana. Keduanya merasa cocok, yang satu tampan yang satu nya lagi cantik jelita ..

Raja Daha sudah merencanakan bahwa empat puluh hari sejak perkenalan itu akan dilakukan pertunagan resmi. Raden inu kertapati bersama keluarga istana jengagala akan datang melamaran chandrakirana. Waktu pertunagan Itu Hanya tinggal beberapa hari saja, chandrakirana Sudah mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya.

Tidak bisa!  Aku tidak akan membiarkan chandrakirana berdampingan dengan raden inu kertapatih “gumam Dewi ajeng yang iri dan pencemburu”.malam harinya Dewi Ajeng berunding dengan ibunya sang ibu menyarankan agar pergi kenenek gagak ireng. Dukun wanita yang terkenal ampuh ilmu sihirnya. Demi cita-citanya bersanding dengan Raden Inu kertapati ia rela pergi jauh ketempat nenek Gagak ireng.
Setelah mendapat bekal dari si dukun Dewi Ajeng segera Kembali keistana, tengah malam berulah ia sampai di istana dengan tubuh lesu karena perjalanan yang jauh.

“kita harus dapat mengusir chandrakirana dari istana ini.  Bagaimana caranya Bu?”

Permaisuri diam sejenak,  kemudian tersenyum cerah,  ia ingin ingat tugasnya.  Diam-diam permaisuri masuk keruang dapur, menaruh racun didalam gelas teh yang telah di siapkan pelayan istana untuk dibawa chandrakirana menghadap ayahandanya, kegiatan itu dilakukan untuk mendekatkan hubungan anak dengan ayahnya,  Biasanya,sambil minum teh mereka berbincang-bincang seputar keluarga.
Sang prabu meminum separuh isi cangkir teh,  terasa hangat didalam tenggorokan dan perut, “hem teh bikinan mu memang enak anak ku,” ujar sang prabu.

“terimakasih rama prabu.” sahut chandrakirana.
Tapi sesaat kemudian sang prabu memeganggi perutnya yang terasa mual. Rasa mual itu semakin menghebat.

” Rama prabu….  Teriakk chandrakirana. “kenapa rama prabu….? Ada apa kiranya?”
Tapi sang prabu bukannya menjawab, sepasang bola matanya nampak mendelik, nafasnya tersenggal-senggal. Kemudian malah muntah darah,  Chandrakirana kiranya segera memeluk ayahnya yang hendak roboh.

Permaisuri menuding kearah chandrakirana. ” apa yang telah kau lakukan? Teganya kau hendaak membunuh ayah sendiri?  Pasti kau yang meracuninya..

” Tidak!  Tidak mungkin saya meracuni Rama prabu Yang sangat saya sayangi.”
Sang prabu segera diangkat kepembaringan, tabib istana segera datang memeriksa. Ia memeriksa tubuh sang prabu dengan seksama, Beberapa saat kemudian Sang tabib bernafas lega, walapun sang prabu belum sadarkan diri.

” Beliau terkena rajun…  “ujar sang tabib” tapi racunnya tidak terlalu ganas, walau demikian beliau harus istirahat total untuk beberapa hari.
Esok harinya raja siuman.  Ia betul-betul tak menyangka putri kandungnya sendiri ingin membuatnya celaka .
Hukuman harus ditegakan dikerajaan ini,  tak terkecuali Putriku sendiri,  Bukti dan saksi telah memberatkan tuduhan perbuatan jahatmu. Kau seharunya dijatuhi hukuman mati.  Tapi aku cukup bijak kau harus pergi dari istana ini.

” Rama prabu harus menyelidik masalah ini lrbih dalam lagi. Ananda tidak besalah”.
“kau harus pergi dari istana ini”!

Dengan berlinang air mata chandrakirana pun terpaksa pergi meninggalkan istana kediri.  Ia melangkah tanpa tujuan, denga derai air mata ia terus berjalan sampai ditepi pantai.
Tanpa setahu chandrakirana sejak tadi dari kejauhan Dewi Ajeng dan Nenek Gagak irwng mengikutinya diam-diam. Nenek tua itu bergegas menghampiri chandrakirana, setelah cukup dekat nenek itu membaca mantranya, Tongkat hitam ditangannya diacungkan ke udara beberaa kali, ia menarik napas panjang hingga perutnya membesar.

Angin kuat penuh hawa sihir menerjang kearah chandrakirana. Chandrakirana terpelanting ketepi laut,  begitu menyentuh air laut tubuh chandrakirana tiba-tiba berubah menjadi keong emas.   Dewi ajeng menangkap keong itu,  lalu dengan sekuat tenanga keong itu dilempar ketengah laut.
Terima kasih nenek..!  Kata Dewi ajeng sembari mengeluarkan kantung uang. Ini untuk nenek karna telah berhasil membantuku.

Chandrakirana terombang-ambing ombak Ditengah laut, gadis malang itu tidak bisa melakukan apapun, kecuali berdo’a semogga yang Dewata agung menolong dan membawanya kembali kedarat,ombak berlahan-lahan membawanya kedekat pantai yang tenang, kebetulan dipantai itu ada seorang nenek tua yang mencari ikan,  chandrakirana yang kini menjadi keong emas terbawa ombak ketepian ia merambat disebuah batu hitam. Kebetulan nenek tua itu menambatkan sampanya tak jauh dari keong itu berada.

” Hem,  kelihatnya keong ini lucu dan manis,  baiklah akan kubawa pulang saja kerumah,  akan ku pelihara. ” ujar nenek tua.

Keong mas kini merasa lega karena tidak lagi terombang ambing di laut. ingin rasanya mengungkapkan terima kasih pada nenek itu tapi sayang tidak bisa berbicara.
Tidak lama kemudian sampai digubuk kecil, ikan hasil tangkapan nya hari itu diletakan ditempayan,  keong emas di letakkan didekat kendi air didalam rumahnya.

Pada malam hari neneK itu sudah kelelahan, ia tertidur dengan pulas,  pada malam itulah tanpa sepengetahunnya keong emas berubah menjadi gadis cantik yang tak lain adalah chandrakirana. Ternyata pengaruh sihir itu lenyap jika malam telah tiba.

Esok harinya ketika bangun pagi sang nenek meras terkejut melihat diatas meja makan telah terhidang berbagai makanan lezat, Kejadian dimeja makan itu tidak terjadi sekali tetapi berkali-kali hal itu membuat nenek penasaraan,  sehabis mencari ikan nenek pun berpura-pura tidur.

Malam pun tiba, perlahan-lahan nenek memincingkan matanya,  ia mengintip apa yang terjadi didalam rumahnya sungguh kaget ia dibuatnya,  dia melihat keong emas menjelma menjadi putri yang sangat cantik jelita,  buru-buru dia bangkit dari pembaringan..
“kamu siapa?  Tanya nenek nelayan. ”

Chandrakirana terkejut,  “saya chandrakirana putri kerajaan Dana. Entah mengapa aku manjadi keong emas,
Sejak saat itu chandrakirana tinggal dengan nenek nelayan yang bernama mbok rondo Dadapan.

Sementara itu,  ditempat lain, Disbuah desa yang jauh dari keramain kota,  ada seorang pemuda berwajah tampan sedang berkelana .pemuda itu tak lain adalah Raden inu kertapati iya telah mengembara keberbagai desa untuk mencari chandrakirana yang telah hilang dari istana.

Suatu hari ia bertemu denga seorang kakek tua dipinggir jalan,
“anak muda saya sudah tiga hari belum makan,  rintih kakek tua itu. Raden inu kertapati laku memapah kakek tua itu untuk berteduh dipohon jambu,  dia memtikan beberapa buah jambu yang masak untuk si kakek.

“terimakasih nak kamu baik sekali..  Kata sih kakek.
“sebenarnya kamu mau kemana?
“saya mencari putri chandrakirana yang diusir dari kerajaan kediri. ”

Kakek itu bergumam lalu menunjukan padanya tempat sang putri, Raden inu kertapti pun meneruskan perjalnan mengikuti jalan yang telah di tunjukan kakek tadi.

Akhirnya tiba disebuah desa dipinggir pantai karena sudah beberapa hari tidak makan dan minum ia merasa haus,  ia meminta minum Kepada seorang penduduk tersebut  kebetulan Mbok rondo dadapan. Ketika nenek kembali membawa kendi berisi air. Raden bertanya nenek masak apa?  “oh bukan Nenek kok  yang masak  . Jawab nenek itu.
Nenek pun menjelaskan panjang lebar mengenai chandrakirana yang dikutuk menjadi keong emas dan ditemukan dipinggir pantai.

” jadi yang memasak chandrakirana. “? Tolong nek pertemukan kami berdua,  nenek itu lalu memanggil chandrakirana “. Pangeran inu kertapati!..  Putri chandrakirana berteriak kegirangan bertemu kekasihnya yang menyamar menjadi rakyat biasa itu.  Hari itu juga pangeran Mengajak   chandrairana dan nenek dadapan pulang keistana.

Ketika sesampainya pangeran inu dan putri chandrakirana telah tiba dikerajaan kediri, Dewi ageng sangat kaget,  segera ia menemui nenek sihir.  Nenek sihir mengatakan bahwa sihirnya akan hilang apabila chandrakirana bertemu dengan pangeran inu.

” Dewi ajeng sangat marah iya membentak nenek sihir itu,  “kenapa kau tidak bilang dari dulu”.
“memangnya kau mau ap?” si nenek sihir pun balik menetang .kau harus tau dan merasakan seperti apa jika kau berubah menjadi keong.

“jangan nek!  jangan !.
Namun terlambat, nenek gagak ireng yang sudah marah telah menyihir nya menjadi keong berwarna hitam.
Selang sehari setelah peristiwa itu Raden inu kertapati dan chandrakirana melangsungkan pertungan,  san tak lama kemudian mereka melangsungkan pernikahan dan hidup bahagia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *