Dongeng Islami Dakwah Burung

Dongeng islami dakwan seekor burung ini merupakan salah satu dari kumpulan cerita dogeng untuk anak anak penuh makna , sarat akan nilai edukatif islami untuk mendidik anak usia dini.

Dongeng islami – Apa yang ada dibumi dan dilangit adalah menjadi tanda-tanda kekuasaan allah. Akbar Al-kurdi adalah salah seorang yang pernah merasakan bukti kekuasaan  allah itu. Tadinya ia termasuk Orang yang suka melakukan kema’shiyatan. Bahakan tidak hanya itu,  apapun yang namanya hukum allah pernah dilanggarnya. Hampir setiap hari ia berbuat ma’shiat. Ia tidak pernah menjalankan perintah Allah,  apalagi mentaati hukumanya,  seperti selalu tengelam dalam kedurhakaanya. Berjudi,  mencuri, berbuat dzalim dan main perempuan sudah menjadi. Makanan sehari-hari.

Pada suatu hari ia terlihat tidak seperti biasanya. Ia tampak tekun beribadah dan menjauhi hal-hal yang mungkar,  yang dahulu menjadi pekerjaannya dan hobbynya. Perubahan pada dirinya ini membuat orang-orang yang ada disekitarnya tertarik ingin mengetahui latar belakangn perubahannya itu. Ada salah seorang yang nekad mendekatinya,  untuk bertanya tentang perubahan dirinya, orang itu bertanya. ” Bagaimana awalnya,  engkau bisa berubah dan bertaubat,  kemudian Ibadah setekum ini kepada Allah…. Bukankah engkau orang yang tadinya ahli bermaksiat kepada Allah..?

Akbar Al-kurdi menceritakannya.”ketika itu, aku sedang berada dijalanan sepi untuk merampok dan merampok harta setiap orang yang lewat dijalan itu.  Kebetulan ditepi jalan tersebut ada tiga pohon kurma yang salah satunya tidak berbuah, Tiba-tiba hinggaplah seekor burung kesalah satu pohon kurma yang berbuah, aku terus memperhatikannya. Ternyata ia me

Mengambil Buah kurma setenga masak lalu dibawanya terbang kepohon kurma yang tidak berbuah tadi. Aku melihat burung itu melakukannya 10 kali. Heran juga hatiku melihat kejadian ini, dalam hati kecilku seperti ada yang menyuruh.” Bangun dan perhatikan terus apa yang dilakukan burung itu!.” aku pun memperhatikannya, ku lihat dipuncak pohon kurma yang tidak berbuah itu ada seekor ular yang buta kedua matanya. Ternyata burung tdi memberi makan ular tersebut dengan kurma-kurma yang telah diambilnya dari pohon kurma yang berbuah.

Melihat kejadian ini, alam bawah sadarku tergugah tak terasa akupun menangis dengan tersedu-sedu. Disela-sela tangisku,  aku berkata dengan nada yang cukup keras. “wahai Tuhanku!  Ular ini telah diperintahkan oleh nabimu untuk dibunuh,  Engkau butakan matanya lalu engkau tugaskan seekor burung untuk mencukupi makananya aku adalah hambamu.  Aku mengakui bahwasannya Engkau maha Esa. Apa kah engkau suruh aku untuk mreampok dan mengganggu orang dijalan? ”

Tiba-tiba aku seperti amat  Marah pada diriku sendiri. Aku patahkan pedang kesayangan yang selama ini selalu membelaku dalam perbuatan kejahatan.kutaburi kepalaku dengan debu sambil berteriak.

” Celaka…… Celaka…..

Ditengah-tengah keputus asaanku, aku mendengar dengan jelas satu suara yang mengatakan. “kami telah menipumu”. Maka katakan dengan teman-temanku sesama perampok. “wsapadalah wahai teman teman ku!. ” teman-temanku lantas bertanya “apa yang terjadi pada dirimu? ” uapacan mu sangat memperlemah sembgat kami! ” pertanyaan Teman teman ku kemudian aku jawab dengan ” aku telah tengelam Dalam kedurhakaan.  Sekarang aku baru menyadari Kesalahan perbuatan ku ini! “.

Ucapanku rupanya menohok jangtung hati teman-teman,  akhirnya hati mereka terbuka juga,  sebagaimana terbukanya Pintu taubat bagi mereka.  Mereka benar-benar sadar dari segala bentuk kejahatan yang pernah dilakukannya. Kata mereka. “memang kita ini sudah jauh terperosok Dalam kejahatan dan kema’shiyatan. Oleh karna itu, kita hentikan perbuatan kita yang tidak baik ini kita kembali bertaubat kepada Allah .

Bersama-sama kami semua melemparkan atribut lambang Kejahatan kami selama ini, begitu juga dengan harta yang kami dapatkan dengan jalan yang tidak halal. Sejak saat itu kami lebih memilih lapar dari pada memakan barang haram, selama tiga hari kami menjerit, Menangis bertaubat kepada Allah dalam keadaan tidak sadar dan binggung.

Setelah bertaubat kami pun berjalan memasuki sebuah perkampungan, di pintu perkampungan kami dapati seorang wanita yang duduk dipintu gerbang kampung itu, wanita ini lantas bertanya kepada kami. ” Apakah diantara kalian yang bernama Akbar al-kurdi?

Salah seorang diantara kami Lantas bertanya. “apakah engkau mempunyai keperluan dengannya? ”
Wanita itu menjawab.” ya, aku ada keperluan dengannya.
Dalam tiga hari ini aku bertemu dengan nabi Muhammad SAW dalam mimpi. Beliau bersabdah. ” Berilah Akbar Al-kurdi apa yang diwariskan anakmu…! ”

Maka dikenalkan lah wanita tadi denganku , yang terjadi kemudian tidak aku sangka,  ternyata wanita itu menginfaqkan untuk kami 60 gulungan kain,  sebagian dari kain itu kami gunakan sampai kami tiba dirumah, itu lah kisah awal pertaubatan kepada Allah.

hikmahnya :
1. Setiap makhluq di alam ini riziqinya telah ditanggung oleh allah. Termaksuk riziqnya ular yang buta matanya yang bertengger diatas pohon kurma. Ular ini setiap hari makan dengan perantara an seekor Burung.
2. Burung saja yang tidak berakal punya rasa belas kasihan terhadap mahluk yang lemah maka jika manusia tidak punya rasa belas kasihan terhadap sesama, tidak punya kepekaan sosial,  maka derajatnya masih kalah terhormat dengan burung tadi.

3. Orang yang benar-benar bertaubat dengan menyesali atas segala kesalahannya dan tidak akan mengulangi lagi.  Makan taubatnya akan diterima oleh Allah SWT dan jeritan hatinya pun akan didengar Olehnya. Sampai Rasulullah pun mwngasihi dirinya melalui seorang wanita shalihah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *